Lagi-lagi 1000 kata
yang harus aku tulis. Nggak ada judul lain apa? Gek ini mau nyerita’in apa
coba. Nggak ada ide. Mau menceritakan apa gitu. Kemarin sudah menceritakan para
Ustadz. Hmm... sebenarnya masih banyak sih Ustadz-ustadz favorit aku. Sekarang
aku mau menceritakan tentang SEVEN DUGONGS. Apa?? Tujuh Dugong??? Ada yang tahu
nggak DUGONG itu apa? Search deh, di Google.
Aku dulu, nggak tahu
apa itu Dugong. Awalnya 6 orang teman-temanku pada bercanda ngucapin
dugong-dugong melulu. Aku Cuma krik krik wae. Lah, nggak tahu apa apa. Kami 7
orang, mau tahu siapa aja? Aku kasih tahu deh. Yang pertama komandan dulu
namanya Monic. Dia ini orangnya baik, bisa dibilang galak, orangnya apa adanya
(suka bilang suka, enggak bilang enggak), dan yang paling penting adalah
suaranya yang melengking dan lirikan matanya yang cethar membahana badai
menggelegar.
Yang kedua adalah
danpokma (Komandan Kelompok Markas). Ia adalah Ratna yang biasa dipanggil Luna.
Kostnya dia selalu dipakai untuk kumpul anak-anak. Tempat curhat, menggalau
bersama, mengerjakan tugas, dan segala macem deh. Disinilah benih- benih cinta
kami tertanam dan tumbuh subur sampai kemana-mana. Hohoho. Dia ini anaknya
paling pinter deh diantara kami, rajin, baik, sabar. Dia tu ya walaupun dalam
keadaan capek, dia tetap mau mengajari aku mata kuliah yang aku belum bisa.
Pernah ya aku nginep di kostnya, dia belajar sama Puspa. Nah, aku tidur deh
sampai jam 11 malam. Tepat banget jam 11 mereka sudah selesai belajar. Luna pun
sudah kelelahan dan bersiap untuk menuju ke dunia mimpi. Aku mulai belajar
dengan segenap kemampuanku, memahami isi catatan buku si luna. Huaaa,,, cukup
membingungkan. Sekitar pukul 1 malam Luna terbangun. Hemm, sepertinya dia
mengetahui kalau saya lagi kebingungan. Memang itu anak sangat peka terhadapku.
Dalam keadaan sadar dia
bertanya kepadaku “bingung ra rul?”
“Bingung e lun”
jawabku.
Lalu dia menerangkan
dengan sangat detail dan jelas, sampai aku mengerti. Setelah, selesai
menerangkan dia bertanya lagi. “Yang belum jelas yang mana?”
Tapi aku lupa, waktu
itu aku jawabnya apa hehe. Pokoknya setelah itu, dia bilang ke aku “Yaudah aku
tak tidur lagi ya”.
Baik banget kan tu
anak. Kalau menceritakan dia, paling banyak deh cerita menariknya. Dia tu
pernah suka sama cowok ya, kenalnya lewat FB. Dia juga sempat nembak. Tapi ditolak.
Hem.. abstrak sih, tidak nyata. Tiap kali aku berkata bahwa itu laki-laki
abstrak, pasti dia balik ngejek benzema tambah nggak nyata. Sedih kan kalau
gitu T.T.
Padahal benzema kan bergerak, tendang
bola sana, tendang bola sini. Tersenyum, dan lain-lain deh. Lalu setelah itu
dia juga suka sama teman cowoknya satu jurusan. Gara-gara apa coba?? ANIME.
Yaa,, Anime. Kog bisa ya?? Ya, dia suka yang jepang-jepang gitu, tapi setelah
jadian, malah sekarang dia tidak begitu suka. Sebelum jadian, dia benar-benar
melewati masa-masa kritis. Sempat di tolak, sempat berniat mau bunuh diri, Ya
ampuuun anak zaman sekarang. Aku pada waktu itu lagi Musyang, baca status di
FB-nya. Aku takutlah, ya ampun. Luna, anak baik-baik, sampai kyak gitu. Tapi ya
Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa. Sekarang malah mereka jadian dan saling
mencintai, ceileeeehhh...
Sekarang siapa lagi ya.
Hem..sisil aja deh. Ni anak adalah orang yang paling teraniyaya dimanapun ia
berada, ada atau tidak adanya dia, dan bersama siapapun ia. Kalau ada sisil,
dia yang selalu dijadikan bahan ejekan, tapi ya salutnya dia nggak pernah
marah. Walaupun dahulu pada awal kenal, dia pernah marah kalau sering diejek
gitu. Kalau lagi kumpul-kumpul bareng dan tidak ada sisil, dia tetap dijadikan
bahan ejekan. Waduh,,kasian bener ya. Bayangin aja, dia nggak ada diejek
apalagi ada. Habis gimana ya, dia orangnya pasti adaaa aja hal yang istimewa.
Nah, ini ada yang istimewa juga, orang lain pun yang nggak kenal juga pun
ikut-ikutan. Aduh aduh sisil, dirimu itu.... hahaha...
Selanjutnya, Bunda dulu
ya. Namanya Ignes Marga Juwita. Dia ini, orang yang dituakan. Yaa,, ibunya
anak-anak lah. Lho??? Hahaha. Dia ini pacarnya Papa Grandis. Lengkapnya Tectona
Grandis. Hem, tu nama ilmiahnya Pohon Jati. Lucu ya. Bunda ini anaknya gimana
ya baik, pinter, terus apa ya, dewasa mungkin. Hahahaha....
Terus sekarang Irham
Nisa. Panggilannya Nisa aja deh. Kan cewek, bukan cowok. Dia ini anaknya
semangat, ceria, nggak munafik juga. Dia juga yang memperkenalkan aku dengan
Menwa. Yupz, Resimen Mahasiswa. Militer donk?? Hemm,, nggak juga. Hehehe..
Semua kog pada nggak menyangka ya, kalau
aku adalah Menwa. Hemm...rasanya jadi teristimewa gitu. Hahaha...
Di menwa tu ya, asyik
kog. Mulai dari teman-temannya, acaranya, apalagi pas lagi pertamana punya
Camen. Asyik banget. Berasa gimanaaaa gitu.
Sekarang, cerita tentang
siapa ya, teman dugongku yang terakhir. Namanya Rowi. Dia dulu murid ibuku pada
saat SMA. Dan kuliah satu kelas sama aku. Tapi sayang, dia lagi cuti. Huhuhu..
Biasanya ya, kalau aku nggak dong sama mata kuliah, pasti aku langsung ke kost
dia. Dia kan anaknya pinter gitu, sabar, kalau lagi ngajarin aku, bener-bener
deh kayak guru les ku. Apalagi pas dulu aku remidi Biologi Vertebrata, uiiiih
kayak di dongengin deh aku. Lah sekarang, siapa coba yang mau ngajarin aku. Si
Luna, Mbak Septi, tapi jauh dari rumah. Tapi nggak papa deh. Cari ilmu kan
memang butuh pengorbanan brow. Hahaha.
Baru 826 kata ni.
Bagusnya ngobrol apa lagi ya.
Aku bingung nieh. Ada yang
mau memberi saya ide. Ide apa saja deh. Aku sudah nggak ada ide ni. Bingung mau
nulis apa. Tapi ya harus dipaksa walaupun nggak ada ide.
Oya, dugong itu bukan
geng lho. Itu hanya sebutan saja karena kita sering bersama-sama. Tapi bukan
berarti kita tu terus menggerombol dan tidak bersosialisasi dengan teman atau
orang-orang sekitar. Kita juga tetap bersahabat dengan yang lain kog. Kayak si
Paus juga. Haha, kog tiba-tiba ada Paus? Ya, dia juga orang yang lumayan dekat
lah dengan kita. Namanya Diah. Jadi, yang dekat dengan Dugong siap-siap punya
julukan berupa hewan laut, hahaha. Tapi jangan harap dapat nama Lumba-lumba.
Oke.
Kenapa nggak boleh?? Kan
lumba-lumba adalah hewan yang disayangi oleh manusia. Ow..gitu to alasannya. Hem,,
sekarang ngomong apa lagi ya. Sudah 963 kata ni. Tinggal nulis tulisan yang
nggak perlu, lalu nyicil LKTI, nyicil laporan Fiswan, nyicil lapofran Bioper. Dan
lain-lain.
Hem,,aku nggak mau yang
namanya mikir laporan. Bikin pusing. Lebih baik langsung dikerjain, ntar juga
selesai sendiri..
maju trussss
BalasHapusaamiin,,
Hapussemoga saya bisa istiqomah...