Kini sudah hari kedua.
Hari kedua apanya coba?? Hari kedua menunaikan langkah-langkah untuk menjadi
penulislah, masak jadi penyanyi. Kini aku bingung mau menulis apa, tapi akan
aku paksa, entah nanti apa jadinya tulisanku. Tapi aku juga tidak sabar menunggu
6 bulan lagi. Jika semua tulisanku digabung, ada nyambungnya nggak
ya...hahaha..
Oke, sekarang aku mau
cerita saat aku kecil. Ya,, ini buat yang mau baca saja sih, karena ceritaku
juga tidak penting. Ini hanya sekedar pemaksaan ide saja. Pada waktu aku kecil
SD istilahnya aku bercita-cita ingin menjadi guru, dan aku juga sudah
bercita-cita untuk kuliah di UNY di Pendidikan Matematika. Aneh nggak sih?? SD
sudah punya cita-cita?? Tentu tidak. Tapi, dahulu saat aku SD teman-temanku
pada belum punya cita-cita. Setiap mengisi biodata, pasti isinya cita-cita
“belum terpikirkan”. Yaah,,maklum lah, anak SD cewek yang pada waktu itu lagi
seneng-senengnya tuker-tukeran kertas binder dan pada saling minta meminta
biodata. Lalu juga tanda tangan, hemm hampir setiap hari pada mintain tanda
tangan, seperti absen aja. Lucunya, setiap tanda tangan, tanda tangannya
beda-beda. Tanda tangannya juga hampir sama. Depannya diawali dengan huruf A
atau angka 4,,hohoho....
Mengenai hobi, aku
waktu kecil hobi banget sama sepakbola. Soalnya aku orangnya suka nendang.
Karena dengan nendang tu perasaanku jadi lega. Kalau gitu sifat dasarku
kira-kira apa ya?? Keras kah, ngeyelan kah??
Kalau pada waktu
olahraga, aku sering sebel sih sama temanku. Pasti olga.nya kasti. Yang cewek
jaraaaaaaaang banget sepak bola. Aku pengen banget sih gabung sama yang cowok,
tapi...tapi...tapi....
Terus, aku juga sempat
bercita-cita menjadi pemain sepakbola sehebat cristiano ronaldo. Yaa,,aku kenal
dengan ronaldo tahun 2006. Kenal??? Pernah ketemu?? Ya enggaklah, nonton
pertandingannya lah. Pertama kali liat t ronaldo tu ganteng, keren, mainnya
bagus lagi. Apalagi saat matanya berkedip. Huuuussshh,,bukan mukhrim!!!
Tapi cita-citaku
kandas,karena orangtuaku tidak memperbolehkannya, hemm tidak apa-apalah. Terus
juga kau ingin ikut karate, tapi tidak boleh juga. Katanya sih, ibu takut kalau
aku tidak kuat menjalani latihan. Okelah..
Sekarang ceritanya
nyambung kemana lagi ya...
Ke cita-cita saja deh..
Nah, setiap mengisi
formulir dimanapun, dan kapanpun aku selalu mengisi cita-cita dengan guru
matematika. Entah, aku suka sekali dengan profesi itu, walaupun pada akhirnya
aku masuknya di pendidikan biologi UNY, mleset sedikit tidak apa-apalah.
Hahaha...
Lagian dengan masuk di biologi saya
mendapati banyak kenalan spesies- spesies baru. Coba kalau masuk matematika,
jadi pelupa aku. Setiaphari hanya mencari nilai x, kemarin sudah ketemu hari
ini dicari lagi. Padahal abjad ada 26, mengapa yang dicari harus x?
Aku dulu sempat mau
mengisi pendidikan fisika, karena disuruh guru les.ku. guru lesku pokoknya baik
banget deh. Ngajarinnya dengan penuh cinta, hahaha...
Maksudnya cinta guru ke
murid...
Tapi dulu aku bilangnya
begini, “lha mas.nya besok masih dijogja gak??”
Katanya sih masih,,
terus aku jawab “yaudah, pilihn kedua aku ngisinya fisika, tapi nanti kalau aku
masuknya ke fisika, masnya ngajarin aku ya”
Kata beliau “ya,
insyaAllah”
Tapi akhirnya aku
ngisinya pendidikan biologi aza. Lha gimana ya, aku alergi sama fisika, dari
SMP musuhan terus. Jadi inget pas SMP saat di surh maju ngerjain soal nggak
tahu rumusnya. Hoaaaammm...
Tapi untung ya,,aku gk
jadi masuk fisika. Pas semester 2 saja mas.nya tak cari’in buat ngajarin fisika
dasar,, T.T nggak ketemu...
SMA adalah masa-masa
paling inidah,,teman-temannya geje semua. Asyik-asyik, bersahabat, dan
lain-lain. Hahaha...
Disini, aku mengenal
yang namanya KIR. Tapi di sma ini belum KIR belum begitu berkembang, sampai
sekarang pun aku belum tahu perkembangannya, Ingin sekali rasanya menjadi
pembimbing di SMA ku. Tapi,,aku belum pernah lolos apapun eh. Sebentar lagi
pasti bakalan lolos. Santai saja. Jadi kalau aku sudah lolos, aku kan tidak
diragukan lagi untuk membimbing adik-adikku. Ceileeeehhh... aku gk sombong
lhoo,,, tujuanku ingin lolos tu ya Cuma pengen jadi pembimbing saja.
Dimanapun,, biar ilmuku berguna begitu.
Sudah 606 kata yang aku
tulis. Sekarang ngoceh apa lagi ya. Oya, kata temanku aku tu orangnya tomboy
tapi muslimah. Mana ada??? Ini buktinya... tapi gue nggak ngerasa muslimah tu,
aku masih merasa menjadi brandalan. Masih perlu bimbingan juga. Hmm,,jadi
kangen bapakku ni. Bapakkk?? Apa kabar?? Semoga bapak baik-baik saja ya,,,
Bapakku tu luar biasa.
Haduuh,, sulit dijabarkan deh. Bapak tu orangnya pendiem, tapi perhatian. Aku
inget deh, saat aku sakit perut yang teramat sangan pada waktu SD. Aku nggak
tahu bapak baca doa apa. Al-fatihah paling ya, lalu ditiupkan ke tangannya dan
ditempelkan ke perutku. Perutku langsung sembuh. Subhanallah...
Lalu ini juga, pertama
kali aku sholat tahajud, jamaah sama bapakku. Pada saat itu aku juga masih SD.
Aku bangun sekitar jam 3 mungkin. Lalu aku wudhu, terus ambil mukena. Aku
jejerin bapakku. Aku nggak tahu itu sholat apa saja, banyak benget. Aku asal
ngikut saja. Terus di akhir-akhir “nok saiki sholat witir, sholat witir kie
ganjil. Iso 1 rakaat, 3 rakaat, sing penting ganjil. Bapak arep 3 rakaat, kowe
arep ping piro?” aku memilih 1 rakaat. Nah berarti sholat sendiri-sendiri.
Habis sholat witir, adzan deh. Aku sholat dirumah, bapak ke masjid. Dekatkan,
aku sama bapakku.?? Pameeerr...
Nggak kog, aku nggak
pamer. Aku Cuma menulis apa yang ada di otakku saat ini. Nggak ada maksud
apa-apa lho. Hmm,,aku ingin suamiku nanti punya sifat seperti bapakku.
Pengennya sih.. malah ngomongin suami. Krik krik krik....
Sudah 839 kata nih, ngoceh
apalagi ya. Mau ngomongin sapa ya. Karim benzema aja deh. Dia lagi, dia kan gk
punya sifat kyak bapak kamu?? Yeee,,,biarin masalah buat lo??
Enggak juga sih. Dia
kan ganteng. Tapi enggak deh, nan jauh disana.
Ingin rasanya punya
teman ngobrol. Teman untuk berbagi cerita dalam meraih mimpi bersama. Siapa ya
yang mau. Nggak ada pasti. Oya, bagaimana sih untuk meningkatkan rasa percaya
diri?? Rasa percaya diriku masih kurang ni. Siapa yang mau nambahin. Atau siapa
yang mau menabur benih-benih kepercayaan diri?? Hmm,,aku malah sekarang
berpikir, sampai kapan ya aku bisa menulis seperti ini? Sampai kapan ya aku
bisa istiqomah? Seharusnya tidak perlu ditanyakan. Jalani seperti air yang
mengalir ditengah-tengah aliran. Walaupun terhalang, akan tetap mencari jalan
untuk tetap bisa mnegalir. Seharusnya begitu kita hidup istiqomah,
mempertahankan azzam. Penting kuwi...
Sekarang sudah 975
kata, sebentar lagi menuju 1000 kata. Cukup sekian ocehan dari saya pada hari
ini. Terimakasih buat yang menyempatkan untuk membaca.
Salam Lestari, Salam
Konservasi!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar