Me and Friends

Me and Friends
FOSMAN (Forum Scientist Muda Nasional)

Senin, 20 Mei 2013

1000 kata di 20 Mei 2013


Setelah berpuasa dengan kegiatan tulis menulis, kini akhirnya aku kembali lagi dengan tulisan-tulisan yang tidak jelas. Hmm aku juga baru bangun juga sih dari tidur panjangku. Subhanallah, sungguh kesehatan itu nikmat yang paling nikmat. Jadi mikir, lolos nggak ya?? Hahaha. Aneh-aneh saja aku ini.
Kalau kata pak Ustadz ni ya, kalau orang sakit itu Allah akan mengirimkan 4 malaikat untuknya. Kira-kira buat apa ya?? Malaikat yang pertama ditugaskan untuk mengambil cahaya dari wajahnya, sehingga ia terlihat pucat. Malaikat kedua ditugaskan untuk mengambil kenikmatan yang ada pada lidahnya, sehingga ia tidak doyan makan. Malaikat ketiga ditugaskan untuk mengambil kekuatan yang ada pada tubuhnya, sehingga ia lemas. Malaikat keempat, ditugaskan untuk mengambil dosa-dosanya.
Nah, setelah si sakit sembuh. Maka, Malaikat pertama akan mengembalikan cahaya pada wajahnya, sehingga ia tak lagi pucat. Malaikat kedua akan mengembalikan kenikmatan yang ada pada lidahnya, sehingga ia menjadi nafsu makan. Malaikat ketiga akan mengembalikan kekuatannya, sehingga ia tak lagi lemas. Malaikat keempat akan membuang dosa-dosanya karena ia sudah sabar dengan ujian yang telah Allah berikan.
Jadi teman-teman, kita wajib sabar dengan ujian yang Allah berikan. Karena lumayan lho, dosa-dosa kita yang menggunung bisa menjadi bukit. Hahaha. Kita juga harus bersyukur juga, karena kalau dipikir-pikir waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita yang anugerahnya berupa kesehatan itu lebih banyak dibandingkann dengan sakit yang Allah berikan. Hmm, aku ingat dengan kata-kata bapakku. Waktu printer di rumah rusak, dan tugasku harus segera dikumpulkan yaa..namanya juga manusia ya aku marah-marah deh. Marahnya begini “printer e ki kog rusak terus to??”. Bapakku langsung merespon, “yo tetap bersyukur. Masa printer bisa dipakai kan lebih lama dibandingkan dengan masa printer yang rusak”. Aku pun langsung terdiam seraya berpikir “benar juga ya”. Mulai pada saat itu, semua yang berhubungan dengan penderitaan, semua yang berhubungan dengan kesulitan, semua yang berhubungan dengan ketidaksukaan, selalu saya introspeksikan dengan diri saya berapa lama saya bahagia, berapa lama saya diberi kemudahan, dan berapa lama saya bersuka ria. Jadi, kita ya jangan mengeluh dengan keadaan, sewaktu sakit, ada tugas, laporan. Laksanakan saja, badai pasti berlalu kog. Nggak mungkin kan, badai ada ditempat yang sama secara terus menerus. Toh ini juga masih di dunia, belum di alam sebenarnya. “Galau di dunia itu belum apa-apa, dibandingkan dengan galau di alam kubur.” Kalau di alam kubur, udah tempatnya sempit, gelap, sendirian, nggak ada temennya, haddduuhh mengerikan deh. Mari kita memperbanyak amal, biar besok kuburannya lebar, terang, dan punya teman. Ingat ya lagunya opick “teman sejati ialah Amal”.
Ohya, terus kita juga jangan seneng update status. Istilahnya ngasih pengumuman kalau kita tu sakit. Ya lebih baik tidak usah lah. Tapi kalau ingin meluapkan perasaan ya boleh sih, tapi jangan terlalu lebay. Hmm..biasanya kalau orang sering update status karena nggak punya teman curhat, ihiiiyyy kasian. Aku juga sering sih, tapi nggak gitu gitu banget kaleee.
Kini aku udah mulai kuliah lagi, bertemu dengan teman-teman lagi. Owwhh...kangen. aku tadi juga bertemu dengan orang yang spesial juga. Ya Allah, rasanya senang sekali.
Oya teman-teman. Saya mau bercerita tentang sesuatu. Orang yang bijak dengan orang yang kurang bijak itu akan terdapat perbedaan dalam hal berbicara dan merespon pembicaraan. Orang bijak akan lebih peka. Orang bijak akan cenderung melihat pada kenyataan dan orang yang kurang bijak akan lebih pada pandangannya dan angan-angan tanpa campur tangan. Ya Allah, aku punya 2 orang teman yang seperti itu. dua orang yang sangat berbeda. Sayangnya orang yang bijak itu tidak terlalu dominan, dan orang yang kurang bijak dominan berada di suatu organisasi tersebut.
Aku terkadang masih bingung dengan diriku sendiri. Aku seperti tidak punya pendirian, aku mudah terpengaruh. Aku selalu berada di dalam dua kubu yang berbeda. Terpecah belah. Ya, sejak kecil saya selalu seperti itu. selalu berada di dalam 2 kubu. Apa mungkin karena aku tidak mau bermusuhan? Hmm, mungkin. Aku dari dulu tidak suka adanya permusuhan. Aku tidak peka dengan adanya orang jahat, dan aku selalu tahu setelah orang lain yang mengatakan padaku. Anehnya, aku juga terpengaruh. Jadi benci lah, jadi begitulah. Padahal ya nggak ada sangkut pautnya sama aku. Jadi aku harus bagaimanan nih?? Bingung jadinya.
Oya masalah dengan orang bijak dan orang kurang bijak. Saat aku bercerita dengan orang bijak, ia selalu memberikan motivasi, dukungan, dan membuat saya menjadi bersemangat. Itulah cara orang bijak merespon, ia mendengarkan dan merespon dengan baik. Berbeda dengan orang yang kurang bijak, dia cenderung akan menjatuhkan. Contohnya saat bercerita tentang prestasi misalnya hanya tingkat kampus maka ia akan mengatakan seperti ini “jangan senang dulu, itu belum apa-apa”. Bayangkan, seorang pemula yang lagi awal meraih prestasi dikatakan seperti itu. padahal dalam kepenulisan, seperti ini ya. Ini yang mengatakan adalah seorang penulis buku. “kalau nanti ada seorang pemula (mulai menulis), minta dikritik karya pertamanya, janganlah kamu langsung mengkritisinya, justru keinginan pertama dia bukanlah dikritik, akan tetapi dipuji”. Jadi begini, untuk pemula, tulisannya jangan langsung dikritik, karena nanti ia akan down atau tidak punya semnagat untuk menulis. Tetapi jika dipuji maka ia akan timbul semangat untuk menulis lagi. Untuk penulis yang sudah biasa menulis, maka ya dikritik aja, toh dia sudah kebal. Hahahaha...
Hmm,, menulis membuatku ngantuk ni. Pengen tidur,,
Tapi aku harus meneruskan sampai 1000 kata, sayang sudah 841 kata, kalau nggak diteruskan nanti malah idenya hilang lagi. Bagaimana ide bisa hilang kalau sekarang saja nggak ada ide. “ngek-ngok” jlerrrrrr.....
Wah,, melihat laut jadi pengen nyemplung. Ingin rasanya mengamati kehidupan laut. Pake kapal selam buatan anak SMK di palembang. Kapal selam palembang??? Dimakan dong *empek-empek. Hahahaha... enak lho, ada telur di dalamnya. Tapi kapal selam laut lebih enak, bisa dimasukin, bisa untuk mengamati laut. Eaaaaakkk....
Fiuuuhh,,,,ujian maning ni. Ya Allah,, materinya nggak donk.
Tapi yaa, belajar saja lah. Pasti bisa kog...
O iya,,ini tu bener-bener ujian,,
Saya masuk kuliah, tiba-tiba tugasnya se abreg. Astagfirullah..
Tapi teman-temanku, ujian di kampus itu biasa, tidak lebih berat dari ujian hidup. Ujian hidup itu juga pasti kita bisa untuk melewatinya. Karena, allah itu tidak akan memberikan cobaan kepada hambaNya melebihi kemampuannya. Kalau di akhirat?? Oww..tidak, kalau di akhirat kita tidak mampu untuk menghadapinya, mau minta tolong?? Minta tolong kepada siapa coba??
Sudah 991 kata ni, bersambung ya teman-teman.
Assalamu’alaikum bye.. bye..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar