Me and Friends

Me and Friends
FOSMAN (Forum Scientist Muda Nasional)

Jumat, 15 Agustus 2014

Tulisan 11 April 2013

Kita hidup dibawah satu naungan matahari. Ia senantiasa menghangatkan kita dalam segala keadaan. Saat kita ditinggalkan, ada bulan yang menggantikannya. Ia bernyanyi, bersenandung menina bobokan kita dan mengantarkan sampai ke dunia mimpi. Bintang pun mengiringi dengan tarian indahnya. Mengapa?? Mengapa kita harus bertengkar dengan perbedaan yang kita miliki?? Kita sama-sama hidup di dalam anugerah-Nya, kita sama-sama hidup di dalam lindungan-Nya, dan kita hidup di dalam tempat yang sama.
Bumi. Ya, tempat kita berpijak. Ia tidak pernah mengeluh, berapa berat beban yang harus ia tampung. Bahkan kita tidak pernah tahu bahwa bumi selalu menangis karena ulah yang kita lakukan. Kita tidak pernah sadar bahwa kita selalu melukainya. Menebang pohon seenaknya, menangkap ikan dengan leluasanya, mencemari habitat makhluk lain, tanpa kita memikirkan nasib mereka. Kita hanya memikirkan diri kita sendiri. Seharusnya kita tahu, bahwa langkah itu akan berdampak pada diri kita.
Kini aku melangkah, menelusuri dunia yang masih kelam. Kudengar canda tawa anak-anak yang berbahagia bersama orangtuanya. Kicauan burung pun membersamainya. Kurasakan betapa nyamannya tempat ini yang jauh dari keramaian. Kuhirup udara sejuk disertai tiupan angin sepoi-sepoi yang membisikkanku dengan teramat sangat ramah.
Semakin lama aku melangkah kurasakan semakin kerasnya jalan yang kutapaki ini. Dunia ini tidak lagi sepi. Semakin banyak kata yang belum ada dalam kamus nervosumku. Banyak suara klakson yang mengiringi perjalananku. Terkadang kudengar teriakan yang selanjutnya akan disusul dengan suara ambulan. Terkadang ada suara tangisan bayi. Oh..betapa pedihnya hati ini, saat ku tahu itu anak yang dibuang. Yaah..bayi..bayi, aku tak bisa membayangkan jika aku yang telah berumur dua puluh tahun berada di dalam penampung barang yang sudah tidak dibutuhkan lagi.
Aku kembali melangkah, entah mau kemana kedua kakiku ini akan menuju. Dalam perjalanan ini, semakin banyak hal-hal aneh yang aku temui. Semakin jauh, semakin aku tidak mengerti. Ku ingin terus menelusuri ruang ini entah sampai kapan aku akan puas dengan apa yang aku rasakan....... 

Selasa, 29 Juli 2014

Pertanian Dulu dan Sekarang

Dulu hanya bisa photo-photo doank, sekarang bertani beneran.

Disela-sela kesibukanku mengerjakan Analisis Usahatani “cieeeee, yang sibuk” inginku menulis, menceritakan apa yang ada dipikiranku saat ini. Kalau mengingat aku yang dulu, sebenarnya pada saat SMP sudah tertarik di bidang pertanian. Namun, tanpa alasan.
Aku pernah meminta temanku yang orangtuanya bekerja sebagai petani “eh, kalau menanam padi aku mbok di ajak”.
Lalu temanku berkata “Ya. Tapi di tanahnya banyak cacingnya lho.”
“Iya po?”tanyaku dengan semangat yang memudar
“Iya, kalau kamu masuk ke tanahnya, nanti cacing tanahnya menggulat-nggulat kakimu.”kata temanku meyakinkan
Arrg, sudah deh. Sudah tak berminat lagi ke pertanian. Kalau permasalahan sudah menjurus ke cacing, bye bye. Hmm.. namun aku senang sekali dengan suasana di persawahan. Pemandangannya bagus. Apalagi pemandangannya itu padi. Wow, kereeeeen.
Hmm, dibalik kerennya persawahan, apa yang anda pikirkan? Ada yang berpikir, siapa yang menanam? Yang lebih sering dijumpai aja deh, pada saat makan. Pernahkah anda berpikir, seberapa besar pengorbanan orang yang menanam padi? Perlu anda ketahui, bahwa petani menanam padi penuh dengan pengorbanan. Panas terik matahari mereka hiraukan. Bayangkan saja, masa tanamnya 4 bulan coyy. 4 bulan hanya untuk merawat tanaman padi lalu nasi-nya anda sia-sia kan begitu saja? Ingat ya, satu butir nasi dipertanggungjawabkan.
Tahun 2013, spesial banget. Aku kenal dengan seseorang yang luar biasa. Beliau mengajakku mengikuti sosialisasi tentang pertanian. Waaah, pendorong semangat banget buat aku. Mau tau orang yang mengisi sosialisasi tersebut? Beliau adalah salah seorang anggota dari PBB bagian FAO. Singkat saja, disini kami dijejeli segalanya tentang pertanian. Beliau menerangkan bahwa tanah di Indonesia adalah tanah tersubur se jagad raya, itu catatan dari PBB lho ya. Pertanyaannya, mengapa Indonesia masih import beras? Lho? Hubungannya? Jadi, lahan untuk pertanian di Indonesia cukup luas. Petani padi, banyak kog. Kalau lahan dan petani Indonesia dioptimalkan, kebutuhan Indonesia tercukupi kog. Tidak perlu import beras, kalau perlu kita yang eksport ke seluruh negara di dunia. Petani itukan untung-untungan? Stop ! don’t say like that ! sekarang motto kita “Petani Itu Harus Untung”.
Ya, tadi sudah dikatakan bahwa lahan Indonesia adalah lahan tersubur di jagad raya. Sekarang, mari kita intip surat Al-A’raaf (7) ayat 58. Nah, disini diterangkan bahwa “Dan dari tanah yang subur dihasilkan tetanaman yang produktif dengan izin Allah, dan dari tanah yang tidak subur tidak dihasilkan kecuali dengan payah.” Sudah jelas kan? Bahwa bagus tidaknya tanaman, semua berasal dari faktor tanah. Jadi, kalau masih ada tanaman yang tidak produktif (gagal panen), banyak hama, perlu dicurigai tanahnya.
Permasalahannya sekarang, banyak yang belum mengerti pentingnya tanah. Banyak kasus, petani yang berlebihan menggunakan pupuk kimia. Yaaah, wajar saja kalau lama-kelamaan lahannya kritis (jenuh dengan pupuk kimia). Tanah jadi alot, hewan-hewan bermanfaat pada mati. Yuuk, anak-anak muda tolong kesadarannya. Belajar mengenai pertanian, supaya bisa menjadi pendamping-pendamping petani yang handal. Seperti kata Bapak Penyuluh “Petani itu butuh dampingan”. Jadi, kita sebagai konseptor, petani bagian lapangan. Walaupun bagaimanapun, petani lebih berpengalaman dan lebih paham dengan keadaan lapangan.
Dari sosialisasi ini, beranjak ke penulisan karya tulis. Alhamdulillah, bisa jalan-jalan ke Universitas Indonesia untuk mengikuti Konferensi Ilmuan Muda Indonesia. Ihiiiy, banyak kenalan niiih. Yup, aku bertemu dengan orang-orang hebat, pinter-pinter, dan super-super. Jalan-jalan juga ke Bogor. Asyiik pokoknya...
2014, terjun beneran. Praktik mendampingi petani desa Nomporejo, Galur, Kulon Progo. Ini wujud nyata lho ya. Disini benar-benar terjun. Belajar berkomunikasi dengan petani. Menyampaikan ilmu dengan bahasa petani yang tentunya, “itu tidak mudah”. Konsep yang kami angkat yaitu Healthy Field Increase My Rice. So, Lahan yang sehat, produktivitas beras meningkat. Kami (Tim) mendampingi petani mengelola lahan secara biologis dengan mikroba bermanfaat. Ada tiga pendampingan, pengecekan pH, penambahan C-Organik, dan penambahan mikroba.
Hmm, merasakan bagaimana panasnya persawahan di siang hari. Merasakan masuk ke becek-nya lahan. Hihihi, tidak ada cacing tuch! Cacingnya takut sama aku, jadi nggak nongol.
Mimpiku, ingin mendirikan PT. Pertanian Dahsyat HFIMR. Jadi, Perusahaan ini akan membentuk kader-kader pendamping petani yang handal dan juga akan memproduksi beras dalam kemasan. Berasnya bukan beras biasa. Beras yang istimewa pokoknya. #aamiin


Kalasan, 29 Juli 2014
14.20 WIB

Ttd


@NurulMustafaa

Selasa, 22 Juli 2014

Aku dan #KKN-PPL

Tak pernah ini kubayangkan akan terjadi di hidup ini
Namun kini jelas ada dan terbukti kuberubah
Aku syukuri segala nikmat ini
Tak semua mendapatkannya
Tuhan telah buka kan jalan untukku
‘kan ku jaga bahagia ini

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang tiada henti-hentinya memberikan nikmat kepada kita. Sungguh, tak menyangka sebelumnya. Aku, bukanlah Nurul yang dulu. Aku bukanlah Nurul yang seringkali diremehkan. Aku bukanlah Nurul yang tak bisa berbuat apa-apa. Aku bukanlah Nurul yang tak berani berhadapan dengan orang banyak. Aku bukanlah Nurul yang tidak memiliki teman karena tidak memiliki keahlian. Ya, Nurul sekarang sudah berubah.
Hah, tak perlu mengingat yang dulu. Yang terpenting adalah bagaimana aku bersikap untuk move on. Bagaimana caranya? Menghapus masa lalu, merubah masa kini, dan menata masa depan. Masa lalu, biarlah itu menjadi guru terbaikku. Merubah masa kini untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Menyusun langkah demi langkah yang akan kutempuh untuk mencapai tujuan hidup (bahagia dunia dan akhirat).
Sering ku kagum dengan kakak-kakak angkatan yang keren, entah dalam penelitiannya maupun dalam hal public speaking-nya. Saat MaBa dan menjadi pengurus baru Ksi Mist, aku sangat kagum dengan mas Firman Nugroho. Saat Up Grading, beliau memberi motivasi pada kami para pengurus. Di situ aku berpikir, suatu saat nanti aku akan seperti beliau. Dulu aku juga pernah berpikir akan mengikuti jejak mbak Ling-ling. Hahaha LOL #PikiranMaba
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. 6 semester sudah kulewati. Di semester khusus saatnya KKN-PPL. Aku pun siap berpetualang.
Aku mau bercerita tentang kisahku sendiri. KKN-PPL yang insyaaAllah menyenangkan. Hem, saat saat aku lagi butuh-butuhnya semangat, eitz orang yang selalu menyemangatiku menghilang entah kemana. Mau ke Jerman, eh hampir lupa sama aku. Haha, harap maklum lah. Aku sih tidak masalah, sudah tau wataknya sih. Mungkin suatu saat nanti aku yang akan melewati fase-fase itu.
Salah satu kegiatan di tempat KKN adalah mengajar TPA. Hem, setelah bertahun-tahun tidak mengajar TPA “lebay” kini aku kembali lagi terjun ke salah satu kegiatan favoritku. Disini aku menyimpan banyak pertanyaan. Yaah, aku mengenal kondisi 2 TPA. Terutama kondisi santri dan guru. Perbedaan yang sungguh signifikan. Mungkin hal ini akan aku bahas di lain kesempatan. Yup yup yup.
Sekarang aku bercerita tentang pengalaman PPL di SMA N 1 Prambanan. Disini aku belajar banyak hal. Semuanya saja, tidak hanya PPL namun juga KKN. Feeling excited saat PPL 2014 diberi kepercayaan oleh Waka Kurikulum sekaligus guru pembimbing PPL untuk memberikan Stimulus Motivation. Saat kumengetahui hal itu rasanya senang sekali dan dipikiranku hanyalah “Aku harus mengambil kesempatan ini, aku harus belajar menjadi pembicara mulai dari kesempatan ini sebelum ku menemui masa yang lebih banyak dengan tuntutan materi yang lebih “wow” juga”.
Bingung mau membuat materi yang seperti apa. Niatnya hari senin sudah beres, lanjut belajar ngomong. Hmm, dalam praktiknya, lagi-lagi waktu yang  harus memaksaku untuk membuatnya. Artinya, harus kepepet dulu baru bisa. Malamnya aku ngisi materi, siangnya baru buat materinya. Baru sekitar jam 17.00 WIB selesai, oke fix. Akupun tidak langsung belajar berbicara, namun membantu menyiapkan keperluan berbuka puasa terlebih dahulu. Ba’da magrib, kubaca Al-Qur’an supaya tenang. Sampai ba’da isya, huaaah semakin deg-deg-an saja. Jantung berdetak lebih kencang. Pukul 19.30 WIB disaat Ceramah, kuambil laptop. Langsung saja buka PPT materi stimulus motivation, belajar ngomong kilat. Yaaah, yang penting paham alurnya. Masalah ngomong urusan nanti saja. hemm, hanya sekitar 17 menit aku belajar alur dari materi yang telah kubuat. Setelah itu menunggu beberapa menit untuk dipanggil, “mbak-mbak PPL”. Untungnya, pak Guru Agama (Pak Ansori) hafal namaku dan berkata “Silakan Mbak Nurul” ahihihi.
Maju dengan penuh percaya diri. Sebelum maju, ada sedikit rasa takut. Kucoba untuk menyembunyikannya. Tersenyum, hahaha pura-pura tidak ada ketakutan sedikit pun di depan teman-teman dan para siswa. Yaah, begitulah, terkadang ada rasa gengsi yang melekat pada diriku.
Begini, aku pernah mengalaminya. Jadi, aku bisa memberikan tips supaya tidak grogi saat memberi materi atau berbicara di depan orang banyak. Hahahaha
Yang aku lakukan, pada saat teman-teman menyiapkan segala keperluan entah itu LCD, proyektor, Laptop, dan segala macamnya, langsung kuambil Microphone-nya. Mengucapkan salam dan mengajak berbicara peserta. Perkenalan, untuk menghabiskan waktu sambil persiapan. Pokoknya sebisa mungkin menghipnotis peserta agar mereka tidak merasa dianggurkan. Mengajak berbicara peserta sebelum memberikan materi, terbukti mengurangi rasa tegang. #serius aku nggak bo’ong :P
Tips selanjutnya, emm apa ya. Sering-sering saja berhadapan dengan orang banyak. Sambutan, memimpin rapat, atau apapun deh. Hal itu akan menambah rasa percaya diri. Nah, organisasi juga akan mengajarkan tentang banyak hal. Apalagi kalau dihayati. Jadi, Organisasi adalah kuliah yang paling mahal.
Tips lagi nih, pahami materinya, pahami alurnya, dan harus hafal dengan slide yang telah dibuat. Jadi, terlihat keren. Hahahaha (aku belum keren kog, masih harus banyak belajar).
Rabu, 16 Juli 2014 yaaah, menjadi sejarah untukku. Aku berhasil menjadi pemateri dalam pesantren SMA N 1 Prambanan. Menjadi pemateri untuk pertama kalinya. Suatu saat nanti aku akan menjadi pembicara dengan masa yang lebih banyak. I can do more, I believe it.

Prambanan, 22 Juli 2014
(09.13 WIB)
Ttd

@NurulMustafaa

Jumat, 18 Juli 2014

Mimpi Itu Akan Segera Terwujud

Langkah demi langkah mimpi-mimpi yang telah kutuliskan insyaaAllah akan tercapai. Aku tak pernah menyangka sebelumnya. Semua berjalan begitu mudah. Especially about agriculture. Aku tak pernah menyangka, sungguh tak menyangka, Allah mengirimkan seseorang yang luar biasa untukku. Huh, hampir tak bisa berkata saat orang tersebut akan mentransfer semua ilmu tentang pertaniannya kepadaku. Mau tertawa, mau nangis, atau mau apa? saat itu yang aku lakukan hanyalah berteriak, tertawa, memeluk orang yang ada di depanku “tanteku”. Dalam hati “Alhamdulillah Ya Allah, aku ingin menangis. Ya Allah, Pertanian Dahsyat akan segera terwujud Ya Allah. Ya Allah... Ya Allah.... Ya Allah...
Aku merasa malu. Allah selalu memberikan apapun kepadaku. Namun, ibadahku sangatlah kurang. Malu.. malu.. malu....
Aku teringat dengan perjuanganku mencari dosen-dosen ahli tanah dan tanaman. Mulai dari anak pertanian UGM dan dia merekomendasikan dosen untukku. Hmm..sampai sekarang masih belum berani utnuk menghubungi beliau. mau berkenalan dengan pemonev eksternal yang juga dosen fakultas pertanian. Beliau ahli agribisnis dan agritech. Hmm.. namun aku tak mau dikira seperti merayu pemonev agar dimasukkan ke PIMNAS dan juga tak mau mengganggu pemonev yang lagi sibuk-sibuknya memonev para mahasiswa-mahasiswa luar biasa.
Tak menyangka, hanya selang beberapa hari aku mendapatkan apa yang aku butuhkan. Pertanian Dahsyat akan segera terwujud. Petani Indoneia sejahtera. Indonesia siap untuk eksport beras ke seluruh dunia. Rakyat indonesia sejahtera.
Aaaahhh....belum bisa mengungkapkan seluruh isi hati. Begitu banyak mimpi. Begitu banyak anugerah dan petualangan. Dan 2014 #emas
Disini aku belajar, bahwa Allah akan memberikan sesuatu hal pada saat yang tepat.

Minggu, 13 Juli 2014

Sebuah Ungkapan Hati

Dari awal, aku tak mengira dirimu sehebat ini. Yaah, ku akui kamu keren. Saat ku tahu hal itu, terbesit dalam pikiranku, bagaimana cara kamu meraihnya? Seberapa besar perjuanganmu untuk meraih impian itu? Hmm, bukan tanpa alasan aku mengajakmu berkenalan. Alasanku hanya satu, kau mempunyai keahlian di bidang yang ingin aku geluti.
Senang sekali berkenalan denganmu. Kau begitu welcome, ramah, dan tentunya tidak sombong. Kau bercerita, aku pun demikian. Sampai saat ini, hanya sedikit cerita yang kudapatkan darimu.  Ingin sekali mendengar cerita yang lebih tentangmu, tentang perjuanganmu untuk go Internasional.
Kini, kau tanpa kabar. Sering kubertanya, kau dimana? Huuh, aku merasa kehilangan seorang teman. Sedih, iya. Namun aku tak mau larut dalam kesedihan. Masih banyak orang-orang luar biasa yang tentunya menginspirasi.

Sampai jumpa orang hebat. Semoga suatu saat nanti kita dapat bertemu kembali...

Sabtu, 14 Juni 2014

GO PIMNAS 2014

Sebentar lagi ada laporan kemajuan PKM
OMG :O Hellooo... formatnya gmana?? :O
Entahlah, gue juga bingung :)
Emh, mungkin contoh-contoh yang saya upload disini bisa sedikit membantu :)
contoh 1
contoh 2
contoh 3

Tetap semangat yaaa, khususnya untuk adek-adekku tercinta :) "KSI MIST"
ohya, mengingatkan dalam menyusun laporan kemajuan sesuai dengan pengarahan monev saat di ruang sidang bahwa KENDALA yang berkaitan dengan DANA adalah alasan yg tidak bisa diterima oleh Pemonev.

Selasa, 10 Juni 2014

Semua Karena Cinta dan Aku Tuliskan dengan Cinta

Berbicara soal Cinta, jadi teringat Up Grading KSI MIST 2014. Saat itu kelompokku namanya Cinta. Yups, entah mengapa aku suka sekali dengan kata Cinta. Singat, padat, jelas, alias penuh dengan makna. Seperti lagunya Cherry Belle “Cinta, satu kata penuh makna”. Hahaha...
Ohya, disini aku akan bercerita menganai MARS KSI MIST. Aku tak pernah menyangka, bisa membuat lagu jenis Mars. Ya, kita semua tahu bahwa dalam membuat lagu Mars tidak bisa sembarangan. Terdapat aturan-aturan yang begitu mengikat. Aku baru tahu aturan tersebut pada saat acara buka bersama di Menwa Pasopati UNY. Seorang Alumni bernama Pak Djamzuri (Komandan pertama Menwa UNY). Saat itu beliau mengamati terdapat kesalahan pada dirigen saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Lagu Indonesia Raya itu ketukannya 4/4. Jadi, begini cara tangannya mengiringi (menunjukkan cara mengiringi dengan ketukan 4/4). Sama saja dengan lagu Mars. Lagu Mars itu harus dinyanyikan dengan semangat dan ketukannya pun sama 4/4.”

Yaah, beliau bercerita panjang lebar mengenai tata cara mengiringi lagu 2/2, 3/4, dan 4/4. Aku rasa ilmu ini sangat dan teramat sangat berguna. Karena cita-citaku dari Sekolah Dasar kelas 2 adalah menjadi dirigen. Ingin sekali menjadi dirigen pada saat upacara. Hmm, tapi karena aku dulu penakut, kurang percaya diri, dan juga diragukan oleh teman-teman alhasil hingga kuliah, belum pernah mencapai apa yang kuinginkan. Hingga tanggal 13 April 2013, di seminar kurikulum 2013 pertama kali aku tampil menjadi dirigen. Ada yang berkata bahwa kalau aku sudah sering menjadi dirigen sehingga sangat terampil. Andai saja semua tahu, selama ini aku hanya menjadi dirigen di depan kaca, hahaha...
Dulu, aku adalah anak band. (hanya) Sedikit bisa main gitar dan (hanya) sedikit bisa bermain keyboard. Bagiku, yang penting bisa buat santai-santai sambil bernyanyi dan minimal bisa buat lagu. Tapi kini dunia telah berbeda. Sudah sekitar 5 tahun tahun tidak bermain musik, lupa-lupa ingat dan ingat dikit-dikit. Hehehe...
Soal buat lagu, aku sudah membuat beberapa lagu. Tapi ya, hanya aku simpan saja. Satu-satunya lagu yang ku publish yaitu lagu Mars KSI MIST. Lagu ini kubuat dengan penuh rasa cinta. Dengan sedikit merenung “ngapain ajaaa aku di KSI MIST selama ini”.
Semua berawal dari rapat koordinator MARSS (Mipa Road to Scientific Paper and Seminar). Pada saat itu ketua panitia menambahkan adanya Paduan Suara dan akulah yang diamanahi sebagai koordinator paduan suara. “OMG gue dapet bonus punya paduan suara – feeling glad”. Selanjutnya ada seorang anak yang imut-imut, yang kalem, formal, selalu tersenyum, dan gigih (selalu mengejar target-targetnya sampai dapat), ada sebagian yang mengatakan “4L4Y” ya memang benar karena anak ini adalah Kadiv (Pembantu Umum) dari divisi SDA (Sumber Daya Anggota) atau “Sejak Dulu Alay” namanya Hilma Eka Masitoh.
Saat itu ia tepat berada disampingku berkata “Bu, buat lagu KSI MIST yuk. Hilma pengen punya lagu KSI MIST. Bikin yuk bu, kita buat kata-katanya dulu”. Aku pun hanya berkata “ya” tanpa ekspresi. Yaah, hatiku saat itu ingin sekali memenuhi permintaannya. Tapi apa daya, aku tak memiliki gambaran tentang lagu Mars.
Sampai pada saat pulang. Entah datangnya dari mana (pasti dari Allah ^_^) tiba-tiba inspirasi itu datang. Dari parkiran FMIPA tanpa sadar kuberpikir “aku dulu ngapain ya, masuk KSI MIST? Sepertinya aku pengen berprestasi dan ingin belajar. Saat adik-adik wawancara, rata-rata ingin berprestasi dan ingin belajar membuat karya tulis. Disinilah terciptanya 2 kalimat lagu Mars di awal bait pertama....

Kami datang untuk berjuang (belajar menulis kugambarkan dengan kata “berjuang”)
Kami datang untuk meraih cita (ingin berprestasi kugambarkan dengan kata “meraih cita”)

Yups, itu sekaligus nada-nya. Aku pun menyanyikannya hingga sampai rumah. Jadi sepanjang perjalanan menuju rumah, hanya menyanyikan 2 kalimat bait pertama dan selanjutnya hanya nananina nananina saja. takut lupa. Setelah sampai rumah, langsung rekam. Selanjutnya.....

Karena untuk mencapai tujuan tersebut mereka memilih KSI MIST, jadi kutambahkan.....
Bersama KSI MIST tercinta (karena aku Cinta KSI MIST hehehe)
Selanjutnya sebagai pelengkap bait, kutambahkan “Untuk Indonesia”

Lanjut ke bait kedua

Memandang teman-teman KSI MIST berjuang banget saat mengejar apa yang dicita-citakan dan kutuliskan....

Tekad kuat dalam menggapai asa

Teringat dengan stand up commedy dari Mas Aan (Red: Azhar) saat Musyang 2013, bahwa KSI MIST kepanjangan dari Kelompok Suka Isenk Mimpi Indah Selalu Tercapai, dan ini kumasukkan dalam kalimat kedua pada bait ini....

Mimpi indah akan menjadi nyata

Selanjutnya, kalimat ketiga adalah kata-kata yang sering diungkapkan oleh Bapak KSI MIST, Mas Nashiano Nashi Ihsan, bahwa “yang berusaha belum tentu bersungguh-sungguh, dan yang bersungguh-sungguh sudah pasti berusaha. Karena ahli ilmu pun mengatakan Man Jadda Wajada yang artinya barang siapa bersungguh-sungguh pasti dia akan berhasil. Nah, disini aku menambahkan....

Bersungguh-sungguh itu kuncinya

Kalimat keempat, aku ambil dari jargon KSI MIST 2014 yaitu “Satu hati, Wujudkan Mimpi, dengan Aksi”

Tapi aku hanya mengambil Satukan hati bersama

Bait ketiga adalah reff dari lagu ini...

Kalimat awal, terinspirasi pada saat temu perdana. Setiap temu perdana, kami selalu bersama-sama menulis impian. Mimpi-mimpi yang kita tulis adalah apa yang kita targetkan di tahun 2014.

Kalimat itu adalah....
Bersama kita menulis impian

Kalimat selanjutnya, lebih ke kekompakan dalam berorganisasi. Nah saat berorganisasi pasti kita akan menghadapi segala permasalahan, entah itu berat maupun ringan. Disinilah terciptanya kebersamaan. Dan yang kulihat, kekompakan pada saat ada tim dari KSI MIST yang lolos karya, hmm bagaikan semua pengurus lolos semua. Semua ikut mempersiapkan entah itu ada yang bantu buat desain PPT, poster, banner, atau menjadi peserta untuk menyaksikan saat tim tersebut latihan presentasi di sekre. Inilah yang teristimewa, pemandangan yang sangat indah.

Dan kutuliiskan.....

Bersama kita hadapi rintangan

Kalimat ketiga, berisi nasihat bahwa saat kita telah bermimpi dan berjuang jangan berhenti di tengah jalan hanya karena “merasa” tidak mampu untuk meraihnya. Selesaikan hingga akhir pertandingan. Hmm, seperti Real Madrid mendapatkan L.A Decima ^_^ ough, dramatis.

Jangan berhenti, kuatkan hati

Karena kita, ....

Berbakti untuk Negeri

Yups, lagu sudah jadi. Tiba-tiba saat aku berangkat ke kampus (esoknya), muncul lagi inspirasi...

Disini kami berdiri (Karena, kami gagah, dalam arti selalu siap hehe)
Disini kami melangkah pasti (Karena, di KSI MIST kami punya tujuan ^_^)

Pada awalnya bingung, itu kalimat-kalimat bagus. Kalau mau ditambahkan diletakkan dimana? Kalau tidak ditambahkan kok sayang sekali?
Akhirnya, aku selipkan saja diantara reff.

Ohya, lagu ini aku lanjutkan di Laboratorium Mikroskopi saat praktikum Evolusi. Nah, waktu itu dosennya tidak ada. Daripada menganggur, lebih baik kulanjutkan menulis lagu dan menyempurnakannya. Lagu ini saya fix-kan pada tanggal 20 Februari 2014 pukul 20.13 WIB.

Berikut adalah kalimat ketiga.

Dengan s’mangat dan percaya diri (Dalam keadaan apapun, kita harus semangat dan kata percaya diri artinya kita yakin bahwa apa yang kita lakukan pasti akan berhasil, hmm walaupun pada awalnya teringat dengan motto Ketua UKM Penelitian UNY yaitu UKMP 2014 “Percaya Diri” hehe.)

Kalimat keempat, adalah jawaban dari pertanyaan, dimana???

Di bumi pertiwi (Jadi, dimana pun kita berpijak dan melangkah, kembalilah kita ke tanah air “setelah berpetualang” haha)

Nah, sekarang lanjut ke reff 2 kali.

Ini adalah kesepakatan forum Rapat Kerja pengurus 2014. Tanggal 22 Februari 2014. Jam-nya?? Pastinya sebelum Dzuhur, siapa dulu ketuanya?? :D
Senangnya pada saat semua pengurus di dalam ruangan D02.109 menyanyikan lagu KSI MIST secara bersama-sama untuk pertama kalinya.
Nah, itulah sepenggalan cerita terciptanya Mars KSI MIST. Itu lho kata si pembuat lagu. Hmm, tidak juga, aku hanyalah menggabungkan kata-kata kok. Dari apa yang aku dengar dan dari apa yang aku saksikan, serta dari apa yang aku alami.

ini versi lengkapnya :) download disini :)

Tulisanku, sebelum belajar Bioteknologi (UAS tanggal 11 Juni 2014, jam pertama)
10 Juni 2014 pukul 20.51 WIB (dan aku sudah mengantuk)
Ttd

@NurulMustafaa