Me and Friends

Me and Friends
FOSMAN (Forum Scientist Muda Nasional)

Selasa, 22 Juli 2014

Aku dan #KKN-PPL

Tak pernah ini kubayangkan akan terjadi di hidup ini
Namun kini jelas ada dan terbukti kuberubah
Aku syukuri segala nikmat ini
Tak semua mendapatkannya
Tuhan telah buka kan jalan untukku
‘kan ku jaga bahagia ini

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang tiada henti-hentinya memberikan nikmat kepada kita. Sungguh, tak menyangka sebelumnya. Aku, bukanlah Nurul yang dulu. Aku bukanlah Nurul yang seringkali diremehkan. Aku bukanlah Nurul yang tak bisa berbuat apa-apa. Aku bukanlah Nurul yang tak berani berhadapan dengan orang banyak. Aku bukanlah Nurul yang tidak memiliki teman karena tidak memiliki keahlian. Ya, Nurul sekarang sudah berubah.
Hah, tak perlu mengingat yang dulu. Yang terpenting adalah bagaimana aku bersikap untuk move on. Bagaimana caranya? Menghapus masa lalu, merubah masa kini, dan menata masa depan. Masa lalu, biarlah itu menjadi guru terbaikku. Merubah masa kini untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Menyusun langkah demi langkah yang akan kutempuh untuk mencapai tujuan hidup (bahagia dunia dan akhirat).
Sering ku kagum dengan kakak-kakak angkatan yang keren, entah dalam penelitiannya maupun dalam hal public speaking-nya. Saat MaBa dan menjadi pengurus baru Ksi Mist, aku sangat kagum dengan mas Firman Nugroho. Saat Up Grading, beliau memberi motivasi pada kami para pengurus. Di situ aku berpikir, suatu saat nanti aku akan seperti beliau. Dulu aku juga pernah berpikir akan mengikuti jejak mbak Ling-ling. Hahaha LOL #PikiranMaba
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. 6 semester sudah kulewati. Di semester khusus saatnya KKN-PPL. Aku pun siap berpetualang.
Aku mau bercerita tentang kisahku sendiri. KKN-PPL yang insyaaAllah menyenangkan. Hem, saat saat aku lagi butuh-butuhnya semangat, eitz orang yang selalu menyemangatiku menghilang entah kemana. Mau ke Jerman, eh hampir lupa sama aku. Haha, harap maklum lah. Aku sih tidak masalah, sudah tau wataknya sih. Mungkin suatu saat nanti aku yang akan melewati fase-fase itu.
Salah satu kegiatan di tempat KKN adalah mengajar TPA. Hem, setelah bertahun-tahun tidak mengajar TPA “lebay” kini aku kembali lagi terjun ke salah satu kegiatan favoritku. Disini aku menyimpan banyak pertanyaan. Yaah, aku mengenal kondisi 2 TPA. Terutama kondisi santri dan guru. Perbedaan yang sungguh signifikan. Mungkin hal ini akan aku bahas di lain kesempatan. Yup yup yup.
Sekarang aku bercerita tentang pengalaman PPL di SMA N 1 Prambanan. Disini aku belajar banyak hal. Semuanya saja, tidak hanya PPL namun juga KKN. Feeling excited saat PPL 2014 diberi kepercayaan oleh Waka Kurikulum sekaligus guru pembimbing PPL untuk memberikan Stimulus Motivation. Saat kumengetahui hal itu rasanya senang sekali dan dipikiranku hanyalah “Aku harus mengambil kesempatan ini, aku harus belajar menjadi pembicara mulai dari kesempatan ini sebelum ku menemui masa yang lebih banyak dengan tuntutan materi yang lebih “wow” juga”.
Bingung mau membuat materi yang seperti apa. Niatnya hari senin sudah beres, lanjut belajar ngomong. Hmm, dalam praktiknya, lagi-lagi waktu yang  harus memaksaku untuk membuatnya. Artinya, harus kepepet dulu baru bisa. Malamnya aku ngisi materi, siangnya baru buat materinya. Baru sekitar jam 17.00 WIB selesai, oke fix. Akupun tidak langsung belajar berbicara, namun membantu menyiapkan keperluan berbuka puasa terlebih dahulu. Ba’da magrib, kubaca Al-Qur’an supaya tenang. Sampai ba’da isya, huaaah semakin deg-deg-an saja. Jantung berdetak lebih kencang. Pukul 19.30 WIB disaat Ceramah, kuambil laptop. Langsung saja buka PPT materi stimulus motivation, belajar ngomong kilat. Yaaah, yang penting paham alurnya. Masalah ngomong urusan nanti saja. hemm, hanya sekitar 17 menit aku belajar alur dari materi yang telah kubuat. Setelah itu menunggu beberapa menit untuk dipanggil, “mbak-mbak PPL”. Untungnya, pak Guru Agama (Pak Ansori) hafal namaku dan berkata “Silakan Mbak Nurul” ahihihi.
Maju dengan penuh percaya diri. Sebelum maju, ada sedikit rasa takut. Kucoba untuk menyembunyikannya. Tersenyum, hahaha pura-pura tidak ada ketakutan sedikit pun di depan teman-teman dan para siswa. Yaah, begitulah, terkadang ada rasa gengsi yang melekat pada diriku.
Begini, aku pernah mengalaminya. Jadi, aku bisa memberikan tips supaya tidak grogi saat memberi materi atau berbicara di depan orang banyak. Hahahaha
Yang aku lakukan, pada saat teman-teman menyiapkan segala keperluan entah itu LCD, proyektor, Laptop, dan segala macamnya, langsung kuambil Microphone-nya. Mengucapkan salam dan mengajak berbicara peserta. Perkenalan, untuk menghabiskan waktu sambil persiapan. Pokoknya sebisa mungkin menghipnotis peserta agar mereka tidak merasa dianggurkan. Mengajak berbicara peserta sebelum memberikan materi, terbukti mengurangi rasa tegang. #serius aku nggak bo’ong :P
Tips selanjutnya, emm apa ya. Sering-sering saja berhadapan dengan orang banyak. Sambutan, memimpin rapat, atau apapun deh. Hal itu akan menambah rasa percaya diri. Nah, organisasi juga akan mengajarkan tentang banyak hal. Apalagi kalau dihayati. Jadi, Organisasi adalah kuliah yang paling mahal.
Tips lagi nih, pahami materinya, pahami alurnya, dan harus hafal dengan slide yang telah dibuat. Jadi, terlihat keren. Hahahaha (aku belum keren kog, masih harus banyak belajar).
Rabu, 16 Juli 2014 yaaah, menjadi sejarah untukku. Aku berhasil menjadi pemateri dalam pesantren SMA N 1 Prambanan. Menjadi pemateri untuk pertama kalinya. Suatu saat nanti aku akan menjadi pembicara dengan masa yang lebih banyak. I can do more, I believe it.

Prambanan, 22 Juli 2014
(09.13 WIB)
Ttd

@NurulMustafaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar