Tak pernah ini kubayangkan akan
terjadi di hidup ini
Namun kini jelas ada dan terbukti
kuberubah
Aku syukuri segala nikmat ini
Tak semua mendapatkannya
Tuhan telah buka kan jalan
untukku
‘kan ku jaga bahagia ini
Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang
tiada henti-hentinya memberikan nikmat kepada kita. Sungguh, tak menyangka
sebelumnya. Aku, bukanlah Nurul yang dulu. Aku bukanlah Nurul yang seringkali
diremehkan. Aku bukanlah Nurul yang tak bisa berbuat apa-apa. Aku bukanlah
Nurul yang tak berani berhadapan dengan orang banyak. Aku bukanlah Nurul yang
tidak memiliki teman karena tidak memiliki keahlian. Ya, Nurul sekarang sudah
berubah.
Hah, tak perlu mengingat yang dulu. Yang
terpenting adalah bagaimana aku bersikap untuk move on. Bagaimana caranya? Menghapus
masa lalu, merubah masa kini, dan menata masa depan. Masa lalu, biarlah itu
menjadi guru terbaikku. Merubah masa kini untuk menjadi pribadi yang lebih
baik. Menyusun langkah demi langkah yang akan kutempuh untuk mencapai tujuan
hidup (bahagia dunia dan akhirat).
Sering ku kagum dengan kakak-kakak angkatan
yang keren, entah dalam penelitiannya maupun dalam hal public speaking-nya. Saat MaBa dan menjadi pengurus baru Ksi Mist,
aku sangat kagum dengan mas Firman Nugroho. Saat Up Grading, beliau memberi
motivasi pada kami para pengurus. Di situ aku berpikir, suatu saat nanti aku
akan seperti beliau. Dulu aku juga pernah berpikir akan mengikuti jejak mbak
Ling-ling. Hahaha LOL #PikiranMaba
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. 6
semester sudah kulewati. Di semester khusus saatnya KKN-PPL. Aku pun siap
berpetualang.
Aku mau bercerita tentang kisahku sendiri.
KKN-PPL yang insyaaAllah menyenangkan. Hem, saat saat aku lagi butuh-butuhnya
semangat, eitz orang yang selalu menyemangatiku menghilang entah kemana. Mau ke
Jerman, eh hampir lupa sama aku. Haha, harap maklum lah. Aku sih tidak masalah,
sudah tau wataknya sih. Mungkin suatu saat nanti aku yang akan melewati
fase-fase itu.
Salah satu kegiatan di tempat KKN adalah
mengajar TPA. Hem, setelah bertahun-tahun tidak mengajar TPA “lebay” kini aku kembali lagi terjun ke
salah satu kegiatan favoritku. Disini aku menyimpan banyak pertanyaan. Yaah,
aku mengenal kondisi 2 TPA. Terutama kondisi santri dan guru. Perbedaan yang
sungguh signifikan. Mungkin hal ini akan aku bahas di lain kesempatan. Yup yup
yup.
Sekarang aku bercerita tentang pengalaman PPL
di SMA N 1 Prambanan. Disini aku belajar banyak hal. Semuanya saja, tidak hanya
PPL namun juga KKN. Feeling excited
saat PPL 2014 diberi kepercayaan oleh Waka Kurikulum sekaligus guru pembimbing
PPL untuk memberikan Stimulus Motivation. Saat kumengetahui hal itu rasanya
senang sekali dan dipikiranku hanyalah “Aku
harus mengambil kesempatan ini, aku harus belajar menjadi pembicara mulai dari
kesempatan ini sebelum ku menemui masa yang lebih banyak dengan tuntutan materi
yang lebih “wow” juga”.
Bingung mau membuat materi yang seperti apa.
Niatnya hari senin sudah beres, lanjut belajar ngomong. Hmm, dalam praktiknya, lagi-lagi waktu yang harus memaksaku untuk membuatnya. Artinya,
harus kepepet dulu baru bisa. Malamnya aku ngisi materi, siangnya baru buat
materinya. Baru sekitar jam 17.00 WIB selesai, oke fix. Akupun tidak langsung
belajar berbicara, namun membantu menyiapkan keperluan berbuka puasa terlebih
dahulu. Ba’da magrib, kubaca Al-Qur’an supaya tenang. Sampai ba’da isya, huaaah
semakin deg-deg-an saja. Jantung berdetak lebih kencang. Pukul 19.30 WIB disaat
Ceramah, kuambil laptop. Langsung saja buka PPT materi stimulus motivation,
belajar ngomong kilat. Yaaah, yang penting paham alurnya. Masalah ngomong urusan nanti saja. hemm, hanya
sekitar 17 menit aku belajar alur dari materi yang telah kubuat. Setelah itu
menunggu beberapa menit untuk dipanggil, “mbak-mbak
PPL”. Untungnya, pak Guru Agama (Pak Ansori) hafal namaku dan berkata
“Silakan Mbak Nurul” ahihihi.
Maju dengan penuh percaya diri. Sebelum maju,
ada sedikit rasa takut. Kucoba untuk menyembunyikannya. Tersenyum, hahaha
pura-pura tidak ada ketakutan sedikit pun di depan teman-teman dan para siswa.
Yaah, begitulah, terkadang ada rasa gengsi yang melekat pada diriku.
Begini, aku pernah mengalaminya. Jadi, aku
bisa memberikan tips supaya tidak grogi saat memberi materi atau berbicara di
depan orang banyak. Hahahaha
Yang aku lakukan, pada saat teman-teman menyiapkan
segala keperluan entah itu LCD, proyektor, Laptop, dan segala macamnya,
langsung kuambil Microphone-nya. Mengucapkan salam dan mengajak berbicara
peserta. Perkenalan, untuk menghabiskan waktu sambil persiapan. Pokoknya sebisa
mungkin menghipnotis peserta agar mereka tidak merasa dianggurkan. Mengajak
berbicara peserta sebelum memberikan materi, terbukti mengurangi rasa tegang.
#serius aku nggak bo’ong :P
Tips selanjutnya, emm apa ya. Sering-sering
saja berhadapan dengan orang banyak. Sambutan, memimpin rapat, atau apapun deh.
Hal itu akan menambah rasa percaya diri. Nah, organisasi juga akan mengajarkan
tentang banyak hal. Apalagi kalau dihayati. Jadi, Organisasi adalah kuliah yang
paling mahal.
Tips lagi nih, pahami materinya, pahami
alurnya, dan harus hafal dengan slide yang telah dibuat. Jadi, terlihat keren.
Hahahaha (aku belum keren kog, masih harus banyak belajar).
Rabu, 16 Juli 2014 yaaah, menjadi sejarah
untukku. Aku berhasil menjadi pemateri dalam pesantren SMA N 1 Prambanan.
Menjadi pemateri untuk pertama kalinya. Suatu saat nanti aku akan menjadi
pembicara dengan masa yang lebih banyak. I
can do more, I believe it.
Prambanan, 22 Juli 2014
(09.13 WIB)
Ttd
@NurulMustafaa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar