Me and Friends

Me and Friends
FOSMAN (Forum Scientist Muda Nasional)

Jumat, 15 Agustus 2014

Tulisan 11 April 2013

Kita hidup dibawah satu naungan matahari. Ia senantiasa menghangatkan kita dalam segala keadaan. Saat kita ditinggalkan, ada bulan yang menggantikannya. Ia bernyanyi, bersenandung menina bobokan kita dan mengantarkan sampai ke dunia mimpi. Bintang pun mengiringi dengan tarian indahnya. Mengapa?? Mengapa kita harus bertengkar dengan perbedaan yang kita miliki?? Kita sama-sama hidup di dalam anugerah-Nya, kita sama-sama hidup di dalam lindungan-Nya, dan kita hidup di dalam tempat yang sama.
Bumi. Ya, tempat kita berpijak. Ia tidak pernah mengeluh, berapa berat beban yang harus ia tampung. Bahkan kita tidak pernah tahu bahwa bumi selalu menangis karena ulah yang kita lakukan. Kita tidak pernah sadar bahwa kita selalu melukainya. Menebang pohon seenaknya, menangkap ikan dengan leluasanya, mencemari habitat makhluk lain, tanpa kita memikirkan nasib mereka. Kita hanya memikirkan diri kita sendiri. Seharusnya kita tahu, bahwa langkah itu akan berdampak pada diri kita.
Kini aku melangkah, menelusuri dunia yang masih kelam. Kudengar canda tawa anak-anak yang berbahagia bersama orangtuanya. Kicauan burung pun membersamainya. Kurasakan betapa nyamannya tempat ini yang jauh dari keramaian. Kuhirup udara sejuk disertai tiupan angin sepoi-sepoi yang membisikkanku dengan teramat sangat ramah.
Semakin lama aku melangkah kurasakan semakin kerasnya jalan yang kutapaki ini. Dunia ini tidak lagi sepi. Semakin banyak kata yang belum ada dalam kamus nervosumku. Banyak suara klakson yang mengiringi perjalananku. Terkadang kudengar teriakan yang selanjutnya akan disusul dengan suara ambulan. Terkadang ada suara tangisan bayi. Oh..betapa pedihnya hati ini, saat ku tahu itu anak yang dibuang. Yaah..bayi..bayi, aku tak bisa membayangkan jika aku yang telah berumur dua puluh tahun berada di dalam penampung barang yang sudah tidak dibutuhkan lagi.
Aku kembali melangkah, entah mau kemana kedua kakiku ini akan menuju. Dalam perjalanan ini, semakin banyak hal-hal aneh yang aku temui. Semakin jauh, semakin aku tidak mengerti. Ku ingin terus menelusuri ruang ini entah sampai kapan aku akan puas dengan apa yang aku rasakan....... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar