Kita hidup
dibawah satu naungan matahari. Ia senantiasa menghangatkan kita dalam segala
keadaan. Saat kita ditinggalkan, ada bulan yang menggantikannya. Ia bernyanyi,
bersenandung menina bobokan kita dan mengantarkan sampai ke dunia mimpi.
Bintang pun mengiringi dengan tarian indahnya. Mengapa?? Mengapa kita harus
bertengkar dengan perbedaan yang kita miliki?? Kita sama-sama hidup di dalam
anugerah-Nya, kita sama-sama hidup di dalam lindungan-Nya, dan kita hidup di
dalam tempat yang sama.
Bumi. Ya,
tempat kita berpijak. Ia tidak pernah mengeluh, berapa berat beban yang harus
ia tampung. Bahkan kita tidak pernah tahu bahwa bumi selalu menangis karena
ulah yang kita lakukan. Kita tidak pernah sadar bahwa kita selalu melukainya. Menebang
pohon seenaknya, menangkap ikan dengan leluasanya, mencemari habitat makhluk
lain, tanpa kita memikirkan nasib mereka. Kita hanya memikirkan diri kita
sendiri. Seharusnya kita tahu, bahwa langkah itu akan berdampak pada diri kita.
Kini aku
melangkah, menelusuri dunia yang masih kelam. Kudengar canda tawa anak-anak
yang berbahagia bersama orangtuanya. Kicauan burung pun membersamainya. Kurasakan
betapa nyamannya tempat ini yang jauh dari keramaian. Kuhirup udara sejuk
disertai tiupan angin sepoi-sepoi yang membisikkanku dengan teramat sangat
ramah.
Semakin lama
aku melangkah kurasakan semakin kerasnya jalan yang kutapaki ini. Dunia ini
tidak lagi sepi. Semakin banyak kata yang belum ada dalam kamus nervosumku.
Banyak suara klakson yang mengiringi perjalananku. Terkadang kudengar teriakan
yang selanjutnya akan disusul dengan suara ambulan. Terkadang ada suara
tangisan bayi. Oh..betapa pedihnya hati ini, saat ku tahu itu anak yang
dibuang. Yaah..bayi..bayi, aku tak bisa membayangkan jika aku yang telah
berumur dua puluh tahun berada di dalam penampung barang yang sudah tidak
dibutuhkan lagi.
Aku kembali
melangkah, entah mau kemana kedua kakiku ini akan menuju. Dalam perjalanan ini,
semakin banyak hal-hal aneh yang aku temui. Semakin jauh, semakin aku tidak
mengerti. Ku ingin terus menelusuri ruang ini entah sampai kapan aku akan puas
dengan apa yang aku rasakan.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar