Me and Friends

Me and Friends
FOSMAN (Forum Scientist Muda Nasional)

Minggu, 13 Juli 2014

Sebuah Ungkapan Hati

Dari awal, aku tak mengira dirimu sehebat ini. Yaah, ku akui kamu keren. Saat ku tahu hal itu, terbesit dalam pikiranku, bagaimana cara kamu meraihnya? Seberapa besar perjuanganmu untuk meraih impian itu? Hmm, bukan tanpa alasan aku mengajakmu berkenalan. Alasanku hanya satu, kau mempunyai keahlian di bidang yang ingin aku geluti.
Senang sekali berkenalan denganmu. Kau begitu welcome, ramah, dan tentunya tidak sombong. Kau bercerita, aku pun demikian. Sampai saat ini, hanya sedikit cerita yang kudapatkan darimu.  Ingin sekali mendengar cerita yang lebih tentangmu, tentang perjuanganmu untuk go Internasional.
Kini, kau tanpa kabar. Sering kubertanya, kau dimana? Huuh, aku merasa kehilangan seorang teman. Sedih, iya. Namun aku tak mau larut dalam kesedihan. Masih banyak orang-orang luar biasa yang tentunya menginspirasi.

Sampai jumpa orang hebat. Semoga suatu saat nanti kita dapat bertemu kembali...

Sabtu, 14 Juni 2014

GO PIMNAS 2014

Sebentar lagi ada laporan kemajuan PKM
OMG :O Hellooo... formatnya gmana?? :O
Entahlah, gue juga bingung :)
Emh, mungkin contoh-contoh yang saya upload disini bisa sedikit membantu :)
contoh 1
contoh 2
contoh 3

Tetap semangat yaaa, khususnya untuk adek-adekku tercinta :) "KSI MIST"
ohya, mengingatkan dalam menyusun laporan kemajuan sesuai dengan pengarahan monev saat di ruang sidang bahwa KENDALA yang berkaitan dengan DANA adalah alasan yg tidak bisa diterima oleh Pemonev.

Selasa, 10 Juni 2014

Semua Karena Cinta dan Aku Tuliskan dengan Cinta

Berbicara soal Cinta, jadi teringat Up Grading KSI MIST 2014. Saat itu kelompokku namanya Cinta. Yups, entah mengapa aku suka sekali dengan kata Cinta. Singat, padat, jelas, alias penuh dengan makna. Seperti lagunya Cherry Belle “Cinta, satu kata penuh makna”. Hahaha...
Ohya, disini aku akan bercerita menganai MARS KSI MIST. Aku tak pernah menyangka, bisa membuat lagu jenis Mars. Ya, kita semua tahu bahwa dalam membuat lagu Mars tidak bisa sembarangan. Terdapat aturan-aturan yang begitu mengikat. Aku baru tahu aturan tersebut pada saat acara buka bersama di Menwa Pasopati UNY. Seorang Alumni bernama Pak Djamzuri (Komandan pertama Menwa UNY). Saat itu beliau mengamati terdapat kesalahan pada dirigen saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Lagu Indonesia Raya itu ketukannya 4/4. Jadi, begini cara tangannya mengiringi (menunjukkan cara mengiringi dengan ketukan 4/4). Sama saja dengan lagu Mars. Lagu Mars itu harus dinyanyikan dengan semangat dan ketukannya pun sama 4/4.”

Yaah, beliau bercerita panjang lebar mengenai tata cara mengiringi lagu 2/2, 3/4, dan 4/4. Aku rasa ilmu ini sangat dan teramat sangat berguna. Karena cita-citaku dari Sekolah Dasar kelas 2 adalah menjadi dirigen. Ingin sekali menjadi dirigen pada saat upacara. Hmm, tapi karena aku dulu penakut, kurang percaya diri, dan juga diragukan oleh teman-teman alhasil hingga kuliah, belum pernah mencapai apa yang kuinginkan. Hingga tanggal 13 April 2013, di seminar kurikulum 2013 pertama kali aku tampil menjadi dirigen. Ada yang berkata bahwa kalau aku sudah sering menjadi dirigen sehingga sangat terampil. Andai saja semua tahu, selama ini aku hanya menjadi dirigen di depan kaca, hahaha...
Dulu, aku adalah anak band. (hanya) Sedikit bisa main gitar dan (hanya) sedikit bisa bermain keyboard. Bagiku, yang penting bisa buat santai-santai sambil bernyanyi dan minimal bisa buat lagu. Tapi kini dunia telah berbeda. Sudah sekitar 5 tahun tahun tidak bermain musik, lupa-lupa ingat dan ingat dikit-dikit. Hehehe...
Soal buat lagu, aku sudah membuat beberapa lagu. Tapi ya, hanya aku simpan saja. Satu-satunya lagu yang ku publish yaitu lagu Mars KSI MIST. Lagu ini kubuat dengan penuh rasa cinta. Dengan sedikit merenung “ngapain ajaaa aku di KSI MIST selama ini”.
Semua berawal dari rapat koordinator MARSS (Mipa Road to Scientific Paper and Seminar). Pada saat itu ketua panitia menambahkan adanya Paduan Suara dan akulah yang diamanahi sebagai koordinator paduan suara. “OMG gue dapet bonus punya paduan suara – feeling glad”. Selanjutnya ada seorang anak yang imut-imut, yang kalem, formal, selalu tersenyum, dan gigih (selalu mengejar target-targetnya sampai dapat), ada sebagian yang mengatakan “4L4Y” ya memang benar karena anak ini adalah Kadiv (Pembantu Umum) dari divisi SDA (Sumber Daya Anggota) atau “Sejak Dulu Alay” namanya Hilma Eka Masitoh.
Saat itu ia tepat berada disampingku berkata “Bu, buat lagu KSI MIST yuk. Hilma pengen punya lagu KSI MIST. Bikin yuk bu, kita buat kata-katanya dulu”. Aku pun hanya berkata “ya” tanpa ekspresi. Yaah, hatiku saat itu ingin sekali memenuhi permintaannya. Tapi apa daya, aku tak memiliki gambaran tentang lagu Mars.
Sampai pada saat pulang. Entah datangnya dari mana (pasti dari Allah ^_^) tiba-tiba inspirasi itu datang. Dari parkiran FMIPA tanpa sadar kuberpikir “aku dulu ngapain ya, masuk KSI MIST? Sepertinya aku pengen berprestasi dan ingin belajar. Saat adik-adik wawancara, rata-rata ingin berprestasi dan ingin belajar membuat karya tulis. Disinilah terciptanya 2 kalimat lagu Mars di awal bait pertama....

Kami datang untuk berjuang (belajar menulis kugambarkan dengan kata “berjuang”)
Kami datang untuk meraih cita (ingin berprestasi kugambarkan dengan kata “meraih cita”)

Yups, itu sekaligus nada-nya. Aku pun menyanyikannya hingga sampai rumah. Jadi sepanjang perjalanan menuju rumah, hanya menyanyikan 2 kalimat bait pertama dan selanjutnya hanya nananina nananina saja. takut lupa. Setelah sampai rumah, langsung rekam. Selanjutnya.....

Karena untuk mencapai tujuan tersebut mereka memilih KSI MIST, jadi kutambahkan.....
Bersama KSI MIST tercinta (karena aku Cinta KSI MIST hehehe)
Selanjutnya sebagai pelengkap bait, kutambahkan “Untuk Indonesia

Lanjut ke bait kedua

Memandang teman-teman KSI MIST berjuang banget saat mengejar apa yang dicita-citakan dan kutuliskan....

Tekad kuat dalam menggapai asa

Teringat dengan stand up commedy dari Mas Aan (Red: Azhar) saat Musyang 2013, bahwa KSI MIST kepanjangan dari Kelompok Suka Isenk Mimpi Indah Selalu Tercapai, dan ini kumasukkan dalam kalimat kedua pada bait ini....

Mimpi indah akan menjadi nyata

Selanjutnya, kalimat ketiga adalah kata-kata yang sering diungkapkan oleh Bapak KSI MIST, Mas Nashiano Nashi Ihsan, bahwa “yang berusaha belum tentu bersungguh-sungguh, dan yang bersungguh-sungguh sudah pasti berusaha. Karena ahli ilmu pun mengatakan Man Jadda Wajada yang artinya barang siapa bersungguh-sungguh pasti dia akan berhasil. Nah, disini aku menambahkan....

Bersungguh-sungguh itu kuncinya

Kalimat keempat, aku ambil dari jargon KSI MIST 2014 yaitu “Satu hati, Wujudkan Mimpi, dengan Aksi

Tapi aku hanya mengambil Satukan hati bersama

Bait ketiga adalah reff dari lagu ini...

Kalimat awal, terinspirasi pada saat temu perdana. Setiap temu perdana, kami selalu bersama-sama menulis impian. Mimpi-mimpi yang kita tulis adalah apa yang kita targetkan di tahun 2014.

Kalimat itu adalah....
Bersama kita menulis impian

Kalimat selanjutnya, lebih ke kekompakan dalam berorganisasi. Nah saat berorganisasi pasti kita akan menghadapi segala permasalahan, entah itu berat maupun ringan. Disinilah terciptanya kebersamaan. Dan yang kulihat, kekompakan pada saat ada tim dari KSI MIST yang lolos karya, hmm bagaikan semua pengurus lolos semua. Semua ikut mempersiapkan entah itu ada yang bantu buat desain PPT, poster, banner, atau menjadi peserta untuk menyaksikan saat tim tersebut latihan presentasi di sekre. Inilah yang teristimewa, pemandangan yang sangat indah.

Dan kutuliiskan.....

Bersama kita hadapi rintangan

Kalimat ketiga, berisi nasihat bahwa saat kita telah bermimpi dan berjuang jangan berhenti di tengah jalan hanya karena “merasa” tidak mampu untuk meraihnya. Selesaikan hingga akhir pertandingan. Hmm, seperti Real Madrid mendapatkan L.A Decima ^_^ ough, dramatis.

Jangan berhenti, kuatkan hati

Karena kita, ....

Berbakti untuk Negeri

Yups, lagu sudah jadi. Tiba-tiba saat aku berangkat ke kampus (esoknya), muncul lagi inspirasi...

Disini kami berdiri (Karena, kami gagah, dalam arti selalu siap hehe)
Disini kami melangkah pasti (Karena, di KSI MIST kami punya tujuan ^_^)

Pada awalnya bingung, itu kalimat-kalimat bagus. Kalau mau ditambahkan diletakkan dimana? Kalau tidak ditambahkan kok sayang sekali?
Akhirnya, aku selipkan saja diantara reff.

Ohya, lagu ini aku lanjutkan di Laboratorium Mikroskopi saat praktikum Evolusi. Nah, waktu itu dosennya tidak ada. Daripada menganggur, lebih baik kulanjutkan menulis lagu dan menyempurnakannya. Lagu ini saya fix-kan pada tanggal 20 Februari 2014 pukul 20.13 WIB.

Berikut adalah kalimat ketiga.

Dengan s’mangat dan percaya diri (Dalam keadaan apapun, kita harus semangat dan kata percaya diri artinya kita yakin bahwa apa yang kita lakukan pasti akan berhasil, hmm walaupun pada awalnya teringat dengan motto Ketua UKM Penelitian UNY yaitu UKMP 2014 “Percaya Diri” hehe.)

Kalimat keempat, adalah jawaban dari pertanyaan, dimana???

Di bumi pertiwi (Jadi, dimana pun kita berpijak dan melangkah, kembalilah kita ke tanah air “setelah berpetualang” haha)

Nah, sekarang lanjut ke reff 2 kali.

Ini adalah kesepakatan forum Rapat Kerja pengurus 2014. Tanggal 22 Februari 2014. Jam-nya?? Pastinya sebelum Dzuhur, siapa dulu ketuanya?? :D
Senangnya pada saat semua pengurus di dalam ruangan D02.109 menyanyikan lagu KSI MIST secara bersama-sama untuk pertama kalinya.
Nah, itulah sepenggalan cerita terciptanya Mars KSI MIST. Itu lho kata si pembuat lagu. Hmm, tidak juga, aku hanyalah menggabungkan kata-kata kok. Dari apa yang aku dengar dan dari apa yang aku saksikan, serta dari apa yang aku alami.

ini versi lengkapnya :) download disini :)

Tulisanku, sebelum belajar Bioteknologi (UAS tanggal 11 Juni 2014, jam pertama)
10 Juni 2014 pukul 20.51 WIB (dan aku sudah mengantuk)
Ttd

@NurulMustafaa

Sabtu, 07 Juni 2014

Cerpen: SOMBONG BAGAIKAN IBLIS

“Mulai detik ini, aku tidak akan pernah mau kenal sama dia. Sahabat macam apa? Tega-teganya menghancurkan hari terbaikku..!!”
Itulah komitmenku terhadap MANTAN sahabatku Fira. Bagaimana tidak? Menjelang final pertandingan basket, dia menjatuhkanku sehingga kakiku sakit, berdarah, pincang, dan akhirnya aku tidak bisa mengikuti pertandingan. Memang, itu sebuah ketidaksengajaan, tapi tetap saja dia yang salah.
Rasa kesalku kepada dia pun semakin meluap-luap ketika melihat dokumentasi pertandingan saat final. Itu karena group-ku yang menjadi juaranya dan saat itu, aku tidak berpartisipasi dan hanya berada di balik layar. Padahal, bertarung dengan Richa cs adalah moment yang paling aku tunggu-tunggu. Apalagi ini final.
Hari Senin telah tiba, saatnya kembali ke sekolah. Rasanya, kurang bersemangat. Bagaikan nenek-nenek saja. Bermata empat dan berjalan lambat. Aku pun minta bertukar posisi tempat duduk dengan salah seorang temanku, pokoknya aku tidak mau duduk bersama dia.
“Lho kenapa? Aneh?? Kalian kan anak kembar, mana mungkin bisa dipisah?” tanya Anita
“Kamu mau nggak sih?? Kalau nggak, aku tukar tempat sama yang lain.”kataku dengan tegas
“Iya deh.”kata Anita
Gitu donk. Makasih ya...”kataku
Saat Fira masuk kelas, dia terlihat bingung, lalu mendatangiku.
“Nad, tempat duduk kita bukannya di depan ya?”tanya Fira
“Dulu. Tapi sekarang tidak. Oh..ya..sekarang sudah tidak ada lagi kata KITA, adanya aku, kamu. OK!! Oh..ya, aku juga belum memberi tahu kamu bahwa sekarang aku duduk bersama Dina sedangkan kamu sama Anita.”kataku dengan tegas
“Apa?? Tapi kenapa Nadia? Aku salah apa? Gara-gara hari Sabtu kemarin?? Kamu kan tahu, aku tidak sengaja!! Aku juga sudah minta maaf.”kata Fira
“Apapun itu, aku tetap marah sama kamu.”kataku dengan lirih
Aku pun keluar kelas menuju lapangan upacara. Saat upacara hampir dimulai, Fira menghampiriku.
“Nad, kamu ke UKS saja yuuk, kakimu kan masih sakit.”kata Fira
“Itu urusanku. Ini semua juga gara-gara kamu.”kataku
Entah kenapa, marah masih menyelimuti hatiku. Ya Allah, sulit rasanya menghilangkan rasa marah. Gara-gara gengsi, kakiku jadi tambah sakit, apalagi saat upacara selesai. Hampir saja aku tak bisa berjalan. Fira pun merangkulku dan aku menolaknya. Rasa marah ini masih terus membara sampai pulang sekolah.
Suatu hari, tepatnya Jumat pukul 17:30 WIB seusai nonton pertandingan basket di sekolah, ayah telat menjemputku sampai magrib menjelang. Akhirnya aku salat di mushola. Setelah itu kulanjutkan membaca Al-Qur’an.
Dengan lirih, kubaca surat Al-Hijr ayat 26-44. Setelah selesai, tiba-tiba temanku yang baru selesai salat menghampiri.
“Kamu nggak baca terjemahannya?”tanya Ria
Enggak.”jawabku
Memank kamu tahu artinya? Kalau nggak, bagaimana kamu tahu maknanya kalau artinya saja tidak tahu.”kata Ria
Lalu kubaca terjemahannya. Sampai ke ayat 32-33 yang berbunyi “Dia (Allah) berfirman, “Wahai iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?” dan “Ia (iblis) berkata, “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”.
“Waw...selanjutnya?”kata Ria
Dia (Allah) berfirman, “(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,”Al-Hijr ayat 34
“Wah, jadi iblis itu keluar dari surga karena kesombongannya tidak mau bersujud kepada Adam. Berarti kaya’ kamu donk!!hahaha...”kata Ria dengan frontal
“Ha??kok bisa?”tanyaku dengan terkejut
“Yaiyalah. Sudah 2 minggu ini, kamu marah sama Fira. Sedangkan dia, udah beribu-ribu kali minta maaf sama kamu.”kata Ria
“Eh, Ri...memaafkan itu tidak semudah minta maaf.”kataku
“Iya, bagi orang-orang sombong seperti kamu. Allah saja yang suci mau memaafkan hambanya sekotor apapun dia, sedangkan kamu yang hanya diciptakan dari setetes air mani yang hina, tidak mau memaafkan kesalahan temannya. Sebagai manusia, kamu pasti juga pernah melakukan kesalahan. Kamu juga sudah membaca terjemahan surat Al- Hijr tadi, iblis itu dikeluarkan dari surga karena dia sombong “merasa lebih mulia” dari manusia (Adam) sehingga dia tidak mau bersujud. Terus apa bedanya kamu sama iblis? Dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, otomatis kamu itu sombong merasa  mulia dan bagaikan orang yang tidak pernah melakukan kesalahan.”kata Ria menasihatiku
Aku hanya terdiam mendengar kata-kata Ria, seraya membenarkannya.
“Kenapa kamu diam? Yasudah, aku harap kamu merenungkan ayat-ayat yang kamu baca. Aku pulang dulu ya.”Kata Ria
Tak lama kemudian, ayah menjemputku. Aku pun pulang sambil merenungkan ayat-ayat tadi. Aku merasa, selama ini aku sombong bagaikan iblis. Astagfirullah...
Keesokan harinya, aku kembali duduk di bangkuku. Otomatis, Anita kembali ke tempatnya. Fira pun yang baru datang merasa heran dengan apa yang kulakukan. Ia berdiri di dekatku dan terpaku melihatku. Ia terdiam dan aku tersenyum padanya. Lalu aku berdiri, menatap wajahnya, dan kudekati dia. Kupeluk erat tubuhnya dan berkata “Fira, maafkan aku.”. Saat itu, aku tak bisa berkata lebih. Air mata yang kubendung, tak kuasa kutahan lagi. Dengan deras, air mataku mengalir membasahi jilbab Fira.
Enggak Nad, kamu nggak salah. Aku yang salah, kamu tak perlu minta maaf. Jangan nangis ya...aku jadi ikutan nangis niiih.”kata Fira sambil menangis
“Iya Fir, sekarang kita bersahabat lagi kan?”tanyaku
“Iya Nadia.”Kata Fira tersenyum sambil menghapus air mataku
Teman-teman pun bersorak dan memberi selamat. Wah..bagaikan mendapat penghargaan. Pada saat itu, aku sangat bahagia. Selain mendapatkan sahabatku kembali, juga bisa belajar dari pengalaman tersebut. Hmm..ternyata marahan itu nggak enak ya...hahaha...

Minggu, 22 Desember 2013

Belajar Pendidikan Karakter dari Pertemuan Singkat di Research Team

Semangat dan pantang menyerah. Itulah sifat yang tergambarkan dalam diri seorang mahasiswa baru dari Fakultas Teknik. Ia benama Rizky. Entah mengapa aku ingin mengulas kisah yang sangat mengisnspirasi dari dirinya. Baru satu bulan, aku mengenalnya dalam Research Team, salah satu alur dari UKM Penelitian UNY.
22 September 2013, pertama kali kubertemu dengannya. Kami dibimbing oleh dua orang mentor yang luar biasa, Mas Ingge dan Wahyu Ihsan namanya. Tetapi dalam proses pembimbingan, kami lebih sering dibimbing sama mas Ingge. Hemm..mentor yang menginspirasi sudah biasa kali ya, tak perlu dibahas. Maba yang menginspirasi, baru luar biasa.
Kembali ke topik awal. Saat pembagian tim, itulah awal dari berinteraksinya aku dan Rizky, emh ditambah Tesa. Rizky dan Tesa dulu satu SMK, yang dulu pernah berjuang bersama-sama meraih juara 3 Lomba Kreativitas Siswa. Dari raut wajahnya sudah terlihat bahwa mereka ini adalah anak-anak dengan semangat yang tinggi. Wajah-wajah itulah yang membuatku menunda mengerjakan PKMM ku yang telah direncanakan sejak awal September 2013. Yaah, aku lebih mementingkan PKMP dari Research Team yang kukerjakan bersama mereka. Karena, mereka semangat banget, dan aku tidak mau membuat mereka kecewa. Emmh, ada satu partner lagi namanya Erric. Dia adalah orang yang juga membantuku dalam tim ini.
Nastar Bekatul. Itulah topik dari PKM Research Team kami. Awalnya sempat bingung antara mau dibuat PKMP atau PKMK. Karena belum tahu kandungan gizinya, akhirnya kami lebih memilih untuk dibuat PKMP. Untuk memutuskan jenis PKM-nya saja, rizky masih sempat bertanya juga dengan guru SMK-nya, dan jawabannya pun sama, PKMP. Yaah, itu adalah karya dia dan Tesa yang sempat meraih juara 3 LKS.
Saat pertama membaca susunan penulisan dari Rizky, aku tertawa ngakak. Bukan hanya karena penulisannya yang amburadul, akan tetapi juga teringat pada saat aku SMA. Rizky mendingan, rumusan masalah ada 5 tujuannya ada 8, aku dulu antara tujuan dan kesimpulan sama sekali tidak ada sangkut pautnya. Padahal kesimpulan itu menjawab tujuan. Akhirnya dibantailah pada saat presentasi di Kabupaten. Hmm..pengalamanku yang sangat menyedihkan.
Hebatnya Rizky, dia langsung bertanya dan sangat antusias untuk memperbaiki karyanya. Sore diberi PR ini, besoknya sudah langsung dikerjakan. Minta dikoreksi, konsultasi sama mas mbak UKMP, dan langsung disempurnakan. Tanpa lelah dalam mencari ilmu. Bahkan, tak jarang ia datang ke mipa untuk mencari dosen pembimbing.
5 Oktober adalah waktu untuk ulpload internal. Sebelum upload, ia terus menyempurnakan PKM-nya itu. Yaah di depan Sekre KSI MIST yang penuh dengan keramaian maba-maba yang ingin berkarya. Saat mau upload, web-nya error. Pada malam harinya, Erric-lah yang bertugas untuk upload.
Hmm..hari demi hari terlewati. Sampai persiapan presentasi proposal. Hmm..semangatnya yang membara dari imogiri sampai ke UKMP untuk belajar presentasi. Pada saat presentasi pun, ia terlihat keren banget. Benar-benar menerapkan saran dari sang mentor.
Sampai saat H-1 upload eksternal. Pada sore harinya tiba-tiba dapat sms “mbak, mas, tas-ku dan semua isinya hilang. Pkm yang sudah fix ada di laptop dan belum sempat aku upload. Maaf sekali L sekarang aku bingung mau ngapain.”
Apa yang akan kalian lakukan, jika kalian menjadi si pemilik tas?
Kalau aku, mungkin galau, sedih, dan kehilangan semangat. Mungkin aku tak akan pernah berpikir akan PKM-PKM-an yang telah kuperjuangkan selama satu bulan.
Hmm..saat itu aku berusaha menenangkannya. Aku pun tak membahas PKMP-nya itu. Aku hanya mengikuti dia saja.
Lalu ia tanya “terus bagaimana?”. Dan kujawab “tidak apa-apa, kita perbaiki saja, masih ada waktu.”
Dari pagi, hingga sore dia memperbaiki PKM-nya itu. maklumlah, file yang kubawa hanya fix untuk proposal seminar saja. Yaa, selama waktu belum habis ia masih berjuang untuk itu. Kebayang nggak sih? Kalau aku, mungkin konsentrasi sudah amburadul.
Setelah selesai, ia pamit pulang dan berkata “nanti malam aku aja yang upload, nanti aku ke warnet”. Ya Allah, sabar banget ni anak. Walaupun senyumannya sedikit tertutupi oleh kesedihannya.
Sampai malam jam 8, aku on line dan chat dengan dia. Ini hari terakhir upload. Ngetik alamatnya saja terkadang nggak keluar apalagi log in, terlebih upload. Karena telah larut malam, saya suruh send ke fb dan aku yang akan bertanggung jawab untuk meng-uploadnya.
Tiba-tiba aku terbangun dan waktu telah menunjukkan pukul 23.50 WIB. Astagfirullah, aku ketiduran. Jam 24 lebih sedikit, aku bisa log in. Akan tetapi, tombol-tombol sudah tidak aktif lagi. Aku menyangka, waktu memang telah habis. Saat itu, aku merasa bersalah banget sama Rizky. Khawatir, semangat membara dari dia luntur karena tak ter-upload. Aku pun terus terang “dek, maaf. Aku ketiduran”.
Lama tidak ada balasan, mungkin dia sudah tertidur pulas. Aku terus mencoba dan mencoba. Sekitar pukul 01.14 WIB tombol-tombol aktif kembali, dan Alhamdulillah PKMP bisa terupload.
Skitar pukul 5, Rizky sms “nggak papa mb, mungkin belum rejeki”.
Bagaimana perasaanmu??
Aku lemas membaca sms nya. Ya Allah, dia sabar banget. Dari semangat mencari ilmu, belajar presentasi, laptop hilang lanjut memperbaiki PKM dari awal, pasrah PKM tidak terupload padahal sebelum itu ia telah berjuang demi teruploadnya PKM.
dengan tegas kukatakan “alhamdulillah, sudah di upload dek. Ternyata masih bisa”
Dengan singkat, padat, dan jelas ia berkata “Alhamdulillah J
Dari pertemuan singkat di Research Team ini, aku bisa belajar banyak dari dia. Semangat, sabar, pasrah. Aaaahhh...pendidikan karakterlah pokoknya. Hehehe....

Jumat, 01 November 2013

Puisi Temuan

Suatu hari, di dalam map putih, aku menemukan sesuatu yang sedikit mengejutkan. Sesuatu apa kira-kira? Coba terka !!! hahaha...
Yupz, puisi geje alias nggak jelas. Entah apa yang ada di pikiranku saat itu. dari bahasanya sih, bahasa galau. Tidak tahu juga, kapan aku nulisnya. Yang jelas, pada saat rapat stanisasi ukm 2013. Mau tahu bagaimana puisinya??

Tlah kau goreskan luka ini
Luka dalam hati
Dalaaaaam sekali...
Mungkin kau tak merasa
Karena kau tak sengaja
Tapi aku yang merasakan
Betapa perihnya luka ini
Maafkan aku, jika aku begini
Semua adalah karenamu
Kau yang menyebabkan ini semua
Terimakasih atas lukisan indah ini
Aku berharap,
Lukisan ini tidak akan terulang kembali...

Tuh kan, puisinya galau banget. Aku sendiri lupa sama suasana hatiku pada saat itu. Hmm, tapi kalau dipikir-pikir lumayan juga punya puisi galau. Sebentar, sebentar... Bukankah puisiku galau semua ya??? :P

Yogyakarta, 01 November 2013
Penulis Pemula
@NurulMustafaa
09.42 WIB
Kuliah Manajemen Pendidikan

Rabu, 16 Oktober 2013

Sebuah Renungan yang #Jleb



Sepulang dari Kulon progo, aku belajar banyak dari perhatian seorang ibu terhadap anak. Yupz, empat hari yang lalu aku silaturahim ke rumah mbak Fatma. Keluarganya, baik banget. Saking baiknya, saya jadi tidak enak kalau berlama-lama disana. Yaah,,aku begitu dianggap sebagai raja. Jadi, merasa kalau aku disana merepotkan.
Di sela-sela waktu yang ada yaitu pada saat mbak fatma tidak berada di dekatku, ibu bercerita tentangnya.
“Ifa (read: Fatma) tu kalau saya telepon sering sekali lagi berada di kampus pusat. Padahal kampus pusat dengan kampus wilayah (Bantul) itu jaraknya jauh.”
Jawabku (sok tau) “iya bu, soalnya mbak fatma ketua Reality. Ya,,seperti UKM Penelitian bu.”
“Kalau dikampus pusat, terus disana ngapain aja?”tanya ibu
Jawabku (sok tau) “ya, mengawasi adek-adek-nya bu. Kan ketua, jadi mungkin sering dicari-cari sama anggotanya. Terus banyak juga yang minta tolong buat dikoreksi karya tulisnya (kataku dalam hati: untung mbak fatma td sempat cerita).”
“Ow, begitu. Dia tu dari dulu memang seperti itu. dulu sibuk di OSIS, pulangnya sering malam. Memang aktif sih disekolah, tapi untuk pekerjaan perempuan di rumah dia tidak tahu apa-apa.”
#Jleb. Dari perkataan ibu yang seperti itu, langsung aku tak bisa berkata-kata lagi. Tersenyum dan berkata “ya”. Dengan otomatis juga, langsung teringat dengan ibuku. Apakah ibuku berpikiran demikian saat aku sering pulang malam?? Dalam hati juga aku berkata “Ibu, maafkan Nurul. Aku tidak mengerti apa-apa tentang pekerjaan rumah. Bapak, maafkan nurul, krn belum bisa masak.”
Owh, aku pun teringat dengan perkataan ibuku, kira-kira setahun yang lalu. Pada saat itu, kegiatanku sangat padat. Hampir dalam waktu satu minggu, tidak berada di rumah. Bahkan mungkin, dalam waktu sehari saya lebih sering berada di kampus.
Suatu hari, saya akan pergi. Lalu ibuku berkata (dalam bahasa jawa, saya indonesiakan) “kamu mau kemana?”
“ke Menwa bu”jawabku singkat, padat dan jelas
“kok ke Menwa terus? Tidak usah berangkat.”larangan ibuku
“Lah kenapa bu? Kog aku tidak boleh ke menwa?”tanyaku
“Kamu tu nggak pernah di rumah lho. Sabtu-minggu pasti pergi. Masak seorang ibu tidak boleh melihat anaknya dirumah?”kata ibuku
Yaah, sungguh menyesakkan. Rasa sedih dan merasa bersalah. Aku bertanya pada diriku “apakah diriku sudah keterlaluan??” #Astagfirullah...
Kukira wajar ibuku berkata demikian. Karena memang pada saat aku pulang semua keluargaku sudah terlelap dan mungkin mereka hanya melihatku di pagi hari, itu pun pada saat sarapan. Jika ditelaah lebih dalam lagi, akulah yang bersalah T.T.
Hmm..ada lagi ni. Pada saat kumpul keluarga di ruang tamu, ibu mbak fatma kembali berkata. “Ifa tu kalau pulang malam terus, sukanya ngeyel. berhubung sekarang di kost jadi bebas, tidak ada yang ngawasi.”
Rasanya #Jleb lagi. Owh..itu aku bu, bukan hanya mbk Fatma T.T.
Bersyukur, aku tidak kost. Sehingga masih memiliki seorang pengawas, yaitu ibu.
Ibu, ibu, ibu. Mungkin dimana-mana selalu sama. Selalu khawatir disaat anaknya belum berada dirumah pada waktu yang seharusnya telah berada dirumah.
Ibuku dan ibu mbak fatma hampir mirip. Dari cara menyuruh anaknya pulang kerumah, yaitu dengan sms yang intinya “gek pulang, sudah malam”, kalau tidak pulang-pulang ya ditelepon.
Aku dan mbak fatma pun juga memiliki kesamaan. Sukanya pulang malam, tapi saat melihat adik angkatan yang pada saat dimalam hari ia belum pulang, selalu khawatir. Intinya mengkhawatirkan orang lain tetapi sama diri sendiri tidak khawatir.
Owh, berharap aku segera insyaf.
Ayo Nurul, kurangi aktivitasmu, jati dirimu telah kau temukan. Jalani dan dalami....