Teriakan-teriakan
wanita yang berada di gerbong terakhir KRL khusus wanita membangunkan tidurku
yang baru saja kunikmati. Sepertinya aku telah terperangkap dalam kebingungan.
“apa?? Ada copet??” tanyaku dalam
hati
Kulihat
salah seorang membuka jendela kereta di paling belakang disertai dengan
terakan-teriakan yang semakin memanas.
“apa sih?? Kebakaran??” tanyaku
mulai panik
Tiba-tiba
ada yang mengatakan “tangannya kejepit, tangannya kejepit...”
“tangannya kejepit???” kata
seseorang yang saya sendiri masih belum nyambung
“tangannya kejepit, pintunya
dibukka. Bilang sama bapak-bapa yang di depan.”kata seorang dan saya mulai
nyambung dengan ucapannya.
Dengan
spontan dan tanpa pikir panjang, aku pun langsung berlari menuju ke gerbong
utama. Tubruk sana, tubruk sini dengan mengucapkan permisi, permisi ada orang
kejepit. Rasanya nggak nyampe-nyampe ke gerbong utama. Seorang temanku yang
juga berlari dibelakangku berkata “ini gerbong ke berapa ya?? Nggak
nyampe-nyampe??”. Sampai akhirnya sampailah ke gerbong utama. Aku pun langsung
berkata “pak, ada orang kejepit, pintunya dibuka...”.
Dibukalah
pintu KRL-nya dan legaaaaaa. Seorang security di gerbong utama, langsung cap
cus ke gerbong belakang guna memastikan keadaan orang tersebut baik-baik saja.
kami pun langsung menuju ke gerbong semula.
Seorang yang berada
disana menginfokan bahwa ia baik-baik saja #Alhamdulillah. Seorang security
ikhwan berkata “wah, mbak. Bilang donk kalau yang kejepit tu security-nya. Dia
kan kuat, nggak kenapa-napa”. Dueeeerrr....walah, ternyata securitynya to....
:O
Tidak ada komentar:
Posting Komentar